Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Pendidikan12 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ea375mf0v.html
Artikel Terkait
Tenant Baru Padati Mal Jakarta, Pasar Kondominium Lesu
PendidikanJLL melaporkan tingkat okupansi pusat perbelanjaan Jakarta mencapai 86 persen pada kuartal I 2026, didorong oleh masuknya produk parfum mewah luar negeri yang membuka toko pertama di pusat perbelanjaan premium. Panji Aziz, Head of Tenant Representation JLL, mengungkapkan permintaan ruang sewa meningkat signifikan seiring ekspansi merek-merek global tersebut di pasar Indonesia....
Baca SelengkapnyaPsikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
PendidikanKorban kekerasan seksual berisiko mengalami gangguan mental hingga menjadi pelaku di masa depan jika luka psikologis tidak ditangani dengan baik, ujar dr Johan dalam podcast Momspiration yang tayang langsung di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Senin (11/5/2026). Masyarakat sering kali hanya fokus pada proses hukum, padahal pemulihan psikologis korban sama pentingnya, jelas dr Johan....
Baca SelengkapnyaDurasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
PendidikanPertanyaan tentang durasi pemantauan medis bagi mereka yang terpapar penyakit sering muncul di masyarakat. Hantavirus umumnya menular melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- IHSG Terancam Anjlok Imbas Pelemahan Rupiah
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- Haaland Bersandar Lesu di Tiang Gawang saat City Juara FA
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Artikel Terbaru
Sampoerna Pimpin Pasar Tembakau di Tengah Tantangan 2025
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Inul Daratista Murka Dituding Oplas Hidung
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Tautan Sahabat
- LBH Minta Polda Metro Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
- Kadin Jaktim Anta Ginting Dorong Pengusaha Lokal Jadi Pilar Ekonomi
- Sapi Kurban Prabowo di Tangsel Bobot 1 Ton Rp120 Juta
- Model Dibegal di Tol Kebon Jeruk, Kritis
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
- Polisi Gagalkan Balap Liar dan Pesta Miras di Tangsel
- Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
- Polisi Usut Aliran Dana Sindikat Judi Hayam Wuruk
- Polda Metro Periksa Saksi Laporan TAUD Andrie Yunus
- Libur Panjang, 32 Ribu Pengunjung Padati Ragunan