Lokasi: Kesehatan >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kesehatan34951 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dkav9gsro.html
Artikel Terkait
Spotify Kembalikan Logo Lama Setelah Banjir Kritik
KesehatanSpotify mengganti logo hijau datar klasiknya dengan desain bola disko fotorealistis untuk merayakan ulang tahun ke-20 perusahaan pada 17 Mei 2026. Perubahan ikon tersebut justru memicu banyak kontroversi di media sosial setelah akun Pop Crave memperlihatkan logo baru yang mengejutkan banyak pengguna....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
KesehatanDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca SelengkapnyaKemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
KesehatanPemerintah menyiagakan puluhan rumah sakit rujukan dan memperketat pengawasan di pintu masuk negara untuk mendeteksi dini masuknya varian virus berbahaya. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengungkapkan pemerintah telah membangun sistem deteksi yang tersebar di berbagai wilayah strategis sebagai bagian dari sistem ketahanan kesehatan nasional yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Persib Bandung Segel Juara Liga 1 Usai Hasil Berbeda
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel dan Hezbollah Saling Serang
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Artikel Terbaru
NATO Rapat Darurat Bahas Stok Senjata Habis Akibat Perang Iran
Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Blokade AS, Iran Imbau Warga Hemat BBM dan Listrik
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Tautan Sahabat
- Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat Sebulan
- Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Tewas Terbakar
- Helita Digital: Kesiapan OPD Kunci Respons Aduan Masyarakat
- Bareskrim Bongkar Siasat Kode Merah Narkoba 12 Tahun
- LBH Minta Polda Metro Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
- Polisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Duren Sawit
- HP Hilang di Flyover Jatibaru Ditemukan Pedagang
- Wapres Gibran Tinjau Proyek MRT Fase 2A HI-Monas
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Jalani Operasi Wajah
- Polda Metro Tangkap Empat WNA dan Satu WNI Pengedar Narkotika