Lokasi: Teknologi >>
Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Masih Dibuka
Teknologi2792 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026. Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-BIB-Kemenag-2026.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London. "Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," jelasnya dalam keterangan resmi.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, Siti Maria Ulfa, menambahkan program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dengan pengalaman akademik internasional. Calon pendaftar wajib memenuhi persyaratan, termasuk memiliki sertifikat resmi dari ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org). Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag dibuka mulai 1 April 2026 hingga 31 Mei 2026, dengan informasi lengkap tersedia di website resmi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dfqed15od.html
Artikel Terkait
China vs AS: Perbandingan Mitra Dagang Terbanyak
TeknologiPersaingan perdagangan global antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin sengit dengan kedua negara berlomba memperluas jaringan mitra dagang ke berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin. Di tengah ketegangan geopolitik dan perang tarif yang kerap memanas, muncul pertanyaan besar mengenai negara mana yang sebenarnya lebih banyak menjalin hubungan dagang dengan negara lain....
Baca SelengkapnyaHantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
TeknologiHantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Rio Yansen Cikutra, menjelaskan penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus atau sarangnya, menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut, hingga gigitan tikus....
Baca SelengkapnyaTerapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
TeknologiDr. dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Wallpaper 3D iOS 26: Begini Cara Pakainya
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Raim Laode: Bahagialah Kamu dengan Duniamu Chord
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- 50 Kupon Daging Kurban Idul Adha 2026 Siap Edit
- Hery Susanto Diperiksa Majelis Etik Ombudsman 25 Mei 2026
- BNI-PBSI Dorong Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026
- Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Terancam TPPU
- Gubernur BI Didemo Anggota DPR Minta Mundur Imbas Rupiah
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Lulusan Fisika Nuklir
- Ditjen Pas Konfirmasi Beasiswa S2 Ferdy Sambo dari STT Global Glow
- Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata 12,5 Persen
- Sjafrie Sebut Syarat Indonesia Masuk Forum Board of Peace AS
- BPK Diabaikan, Romli Pertanyakan Jaksa dan Hakim Hitung Kerugian Negara