Lokasi: Kesehatan >>
Unpad Buka Beasiswa Pascasarjana 2026, S2-S3 Tuntas 4 Tahun
Kesehatan9912 Dilihat
RingkasanBeasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-Unggulan-Pascasarjana-Unpad-2026.jpg)
Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
BUPP 2026 dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul melalui percepatan pendidikan. Penerima beasiswa akan memperoleh sejumlah fasilitas pendanaan yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, serta tunjangan penelitian. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan bimbingan langsung dari promotor yang kompeten di bidangnya.
Persyaratan pendaftaran meliputi: Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing; lulusan program Sarjana atau Sarjana Terapan yang terakreditasi oleh BAN PT/LAM-PTKes; memiliki IPK minimal 3,25 bagi lulusan dari Perguruan Tinggi di Indonesia atau GPA minimal 3,5 skala 4 bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri; memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran; serta sertifikat English Language Test (ELT) UNPAD yang masih berlaku (maksimal 2 tahun) dengan nilai minimal 525, atau tes kemampuan Bahasa Inggris dari institusi resmi yang diakui UNPAD.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/d5fhfptcm.html
Artikel Terkait
Dokter Peringatkan Bahaya Salah Obat Diabetes Lansia
KesehatanKelompok geriatri dengan usia di atas 60 tahun umumnya memiliki lebih dari satu penyakit kronis sehingga memerlukan penanganan khusus dalam pemberian obat diabetes. Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Internis) dr....
Baca SelengkapnyaPenyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
KesehatanPenyakit moya-moya merupakan kondisi langka yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah otak secara perlahan namun progresif, demikian dijelaskan oleh dr. Muhammad Hafif, Sp....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
KesehatanTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
- Maia Estianty Bantah Beri Rumah untuk Al dan Alyssa
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Ini Adalah Cinta Arsy Widianto Wijaya 80
WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Tautan Sahabat
- Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp220 Miliar untuk Kabel Laut
- Dorong Dunia Usaha Bangun Budaya Kepatuhan Berkelanjutan
- Double Decker Hunian Baru Solusi Lahan Sempit Jakarta
- Bank BSN Raih Apresiasi Menteri PKP Kuasai Pasar KPR Subsidi Syariah
- Prabowo Bentuk Danantara, Ekspor SDA Satu Pintu
- BTN Salurkan KPR Hampir Rp3 Triliun Perkuat Ekosistem Perumahan
- Celios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis ke Prabowo
- Pertamina Operasikan Dua Kapal Gas Raksasa Jaga Pasokan LPG
- Minyak Iran Rp 900 Miliar Laku di BPA Fair
- Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan