Lokasi: Kuliner >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kuliner285 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bzracxtrj.html
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen
KulinerNilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot ke level terendah sepanjang masa, dengan posisi pada Jumat (15/5/2026) sore mencapai Rp17. 596 per dolar AS atau melemah 68 poin (0,39 persen)....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaWHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
KulinerDirektur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan surat terbuka kepada warga Tenerife, Spanyol, dengan mengakui kekhawatiran masyarakat yang kembali teringat pandemi COVID-19....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaDurasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
KulinerPertanyaan tentang durasi pemantauan medis bagi mereka yang terpapar penyakit sering muncul di masyarakat. Hantavirus umumnya menular melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Maia Estianty Haru Alyssa Daguise Melahirkan Normal
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Artikel Terbaru
IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Virgoun Minta Starla Jenguk Adik, Sampaikan Pesan ke Inara
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Tautan Sahabat
- Dokter Tifa Siapkan 3C Jelang Sidang Ijazah Jokowi
- Polisi Usut Model Diduga Dibegal Usai Pemotretan
- Libur Panjang, 32 Ribu Pengunjung Padati Ragunan
- Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Maut Pasar Grogol
- Bareskrim Bongkar Siasat Kode Merah Narkoba 12 Tahun
- Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Karyawan Tewas
- Rano Karno Ingin JIS Seperti San Siro Milan
- Pendeta Abraham: Kenaikan Yesus Bukan Sekadar Seremoni
- Polisi Tangkap 3 Pengedar Obat G di Bekasi, Sita Ratusan Butir
- Polri Buru Pendana dan Penyewa Gedung Sindikat Judol Jakbar