Lokasi: Gaya Hidup >>
IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
Gaya Hidup8 Dilihat
RingkasanPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik dengan kuota masing-masing 100. 000 unit untuk mobil listrik dan motor listrik yang akan mulai berjalan pada Juni 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bos-IBC-bahas-insentif-EV-OK.jpg)
Pemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik dengan kuota masing-masing 100.000 unit untuk mobil listrik dan motor listrik yang akan mulai berjalan pada Juni 2026. Insentif ini mempertimbangkan penggunaan material berbasis nikel, sehingga produk dengan kandungan lokal lebih tinggi berpotensi mendapat porsi dukungan lebih besar. Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif menilai insentif sebaiknya tidak hanya diberikan di level kendaraan, tetapi juga menyasar industri baterai dan komponennya.
"Menurut saya kebijakan itu mungkin tidak harus di level mobilnya, tapi bisa juga di level baterainya. Makanya mungkin perusahaan baterai jadinya yang menerima, meskipun nanti in the end yang menikmati tetap konsumen," kata Aditya di acara Bincang-bincang Baterai di Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). IBC melihat pendekatan tersebut akan memberikan dampak lebih luas terhadap penguatan industri dalam negeri karena rantai pasok baterai melibatkan banyak komponen yang dapat dilokalisasi. Aditya juga menjelaskan baterai kendaraan listrik, termasuk berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC), tidak hanya terdiri dari nikel, melainkan juga komponen lain seperti grafit, aluminium, dan tembaga yang memiliki porsi besar dalam struktur baterai.
"Baterai itu even yang NMC, komponen baterainya itu 23 persen itu grafit, 21 persen sekian itu nikelnya, aluminium 18 persen, copper itu 13 persen. Artinya ada banyak komponen-komponen sebetulnya bisa kita insentif localize," terangnya. Aditya mencontohkan, apabila produsen baterai menggunakan bahan baku lokal seperti aluminium sheet dari PT Indonesia Asahan Aluminium, maka produk tersebut bisa memperoleh tambahan insentif. Ia menambahkan, salah satu instrumen yang dapat digunakan pemerintah adalah skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), namun TKDN tersebut dinilai perlu dihitung lebih mendalam hingga asal-usul material atau origin bahan bakunya. "Jadi TKDN-nya juga benar-benar TKDN yang sampai ke origin-nya, tidak hanya manufakturnya saja," ungkap Aditya.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/304c699689.html
Artikel Terkait
Anang Tunda Wisuda Demi Rayakan Kelulusan Bersama Ashanty
Gaya HidupAnang Hermansyah berhasil meraih gelar Magister (S2) dari program studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Universitas Airlangga. Ia sengaja menunda momen wisudanya demi bisa merayakannya bersama sang istri, Ashanty, yang kini resmi menyandang gelar doktor usai menjalani Ujian Terbuka Doktoral di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, pada 13 Mei 2026....
Baca SelengkapnyaPolda Metro Tangkap Penadah Ribuan Motor Selundupan
Gaya HidupPolisi mengamankan 1. 494 unit sepeda motor dari dua merek besar di sebuah gudang di Jalan Kemandoran 8 Nomor 6, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan....
Baca SelengkapnyaMonas Diserbu Ribuan Pengunjung saat Libur Long Weekend
Gaya HidupSebanyak 2. 366 orang telah mengunjungi kawasan wisata Monas di pusat Jakarta hingga pukul 12....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Javier Aguirre Latih Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026
- Cekcok di Cibubur Berujung Penganiayaan dan Mobil Dirusak
- Dokter RS Semanggi Dilaporkan Diduga Malpraktik Ring Jantung
- 1.500 Umat Hadiri Misa Kenaikan Yesus di Katedral
- Pemerintah Targetkan Desa Bebas Pinjol Lewat Koperasi Merah Putih
- Keringanan PBB-P2 DKI 2026 Berlaku Bertahap, Cek Jadwalnya
Artikel Terbaru
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
Ibadah Kenaikan Yesus di GPIB Immanuel, Jemaat Kagumi Cagar Budaya
KAI Operasikan 270 LRT Jabodebek per Hari, Tarif Rp10 Ribu
Jaringan Irigasi 14 Km Dibangun untuk Swasembada Pangan
Pramono Klaim Jakarta Kota Teraman Nomor Dua ASEAN
Tautan Sahabat
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk