Lokasi: Berita >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Berita175 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/9daiz9ilo.html
Artikel Terkait
Persib Vs Borneo FC, I.League Kritik Wasit dan Trofi
BeritaPersaingan ketat di papan atas dan papan bawah I. League membuat kualitas kepemimpinan wasit menjadi sorotan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaEl Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
BeritaKetua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan bahwa anak merupakan kelompok paling rentan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang memicu suhu panas dan kekeringan berkepanjangan. Menurutnya, perubahan cuaca tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
BeritaDicky menegaskan bahwa rentetan wabah dalam beberapa tahun terakhir membuktikan dunia mendesak menerapkan pendekatan One Health, yaitu keselarasan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. “Ebola, hantavirus, hingga Covid-19 memberi pesan serupa....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jorge Jesus Sebut Luka Al Nassr Bisa Diobati
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Protein Hewani Kunci Asam Amino Esensial Tumbuh Kembang Anak
- Petkovic Bawa Aljazair ke Piala Dunia 2026
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Bangka Belitung 14 Mei: Hujan Petir
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
3 Remaja Dibacok di Kotabaru Jogja, 3 Pelaku Ditangkap
Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
Tautan Sahabat
- Pegolf Amatir Indonesia Lawan Empat Negara di Jakarta
- Persaingan Men Elite Indonesian Downhill 2026 Diprediksi Panas
- Team Liquid ID Kalahkan Geek Fam 2-0 di MPL S17
- Malaysia Masters 2026: 7 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar
- Jadwal Sprint MotoGP Catalunya 2026, Bagnaia Frustrasi
- Gaji Megawati Rp1,7 M Lebih Tinggi dari Jordan Wilson
- Klasemen MotoGP 2026: Diggia Teror Martin Usai Kecelakaan Marquez
- Atlet Muda Dinov Siap Bertarung di YOG Dakar 2026
- Thalita Tantang Ratchanok di 16 Besar Thailand Open 2026
- Bagnaia Gagal, Martin Bawa Aprilia Cetak Sejarah MotoGP Prancis