Lokasi: Gaya Hidup >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Gaya Hidup4752 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/8yo0bs0se.html
Artikel Terkait
Ibunda Bela Ria Ricis soal Tudingan Pengaruh Buruk
Gaya HidupYouTuber dan kreator konten Ria Ricis kembali menjadi sorotan publik setelah kedekatannya dengan sang ibunda, Yunifah Lismawati, menuai komentar negatif dari warganet. Banyak netizen menilai Yunifah kini lebih terpengaruh oleh Ricis dibandingkan putri sulungnya, Oki Setiana Dewi, yang sedang menetap di Mesir....
Baca SelengkapnyaDokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Gaya HidupRetinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu. Bahkan jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan....
Baca SelengkapnyaStrategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
Gaya HidupPPTI menerapkan strategi TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) yang diadopsi dari program Kementerian Kesehatan. Yani menyatakan garda terdepan program ini bukan dokter melainkan para ibu rumah tangga yang menjadi relawan atau kader....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Minions & Monsters Tayang 30 Juni 2026, Aksi di Hollywood
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Artikel Terbaru
Polisi Tangkap Pria di Kebumen Aniaya Istri dan Mertua Hingga Tewas
Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
5 Situasi Darurat yang Wajib Pakai Towing
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Tautan Sahabat
- Novel Baswedan: Sebut Serangan Andrie Yunus Kenakalan, Apa-apaan?
- Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif
- Sidang Tuntutan TNI Penyerang Andrie Yunus Ditunda
- Masyarakat Sipil Kritik Demokrasi Indonesia di Peringatan Reformasi
- Muhadjir Effendy Hadir di KPK Usai Batal Diperiksa
- Linda Susanti Tempuh Gelar Perkara Khusus Laporan KPK
- MTI Minta Penutupan Pelintasan Sebidang Bertahap dan Terukur
- SMAN 1 Pontianak Minta Maaf, Tolak Final LCC MPR
- Dewan Pertahanan Nasional Dikhawatirkan Tumpang Tindih Kewenangan
- DPR Minta Waspadai Ancaman Hantavirus Andes Masuk RI