Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Pendidikan88178 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/76dweiqkt.html
Artikel Terkait
Man United Incar Valverde Manfaatkan Kerenggangan Madrid
PendidikanPerselisihan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde menjadi berita hangat pekan ini. Kedua pemain Real Madrid tersebut mendapat sanksi denda dari klub dengan jumlah yang tidak sedikit....
Baca Selengkapnya1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
PendidikanAnak yang tampak ceria dan lincah sering dianggap sehat, namun para ahli mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menandakan anak bebas dari masalah gizi. Masalah gizi pada anak dinilai masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan kerap terlambat disadari oleh orang tua....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
PendidikanDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Harta Teddy Indra Wijaya Tembus Rp20 Miliar
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Ucapan Kenaikan Yesus Kristus 2026 Lengkap Sejarah Makna
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Artikel Terbaru
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Prabowo Panggil Gubernur BI, CEO Danantara, Menkeu Bahas Rupiah
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Tautan Sahabat
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang
- Siklus 9 Tahun Trump-Xi: Mesra KTT, Perang Tarif Kemudian
- Peretas Susupi Sistem Bahan Bakar AS, Iran Didalangi
- Operasi Udara Israel Targetkan Pemimpin Tertinggi Hamas
- Transfer Minyak Rahasia Dekat Malaysia Diduga Jalur Iran-China
- Penembakan Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
- Kecelakaan Kerja di Shiga Jepang Tertinggi, 13 WNI Jadi Korban
- Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
- Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
- Aktris Iran Golshifteh Farahani Diduga Terkait Tamparan ke Macron