Lokasi: Kesehatan >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Kesehatan3399 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/6grdfyibe.html
Sebelumnya: Trump Minta Bantuan Xi Jinping Tekan Iran.
Berikutnya: iOS 27 Hadirkan Fitur AI Canggih untuk Kamera
Artikel Terkait
Googlebook Laptop AI Gabungan Android ChromeOS Diumumkan
KesehatanGooglebook hadir sebagai evolusi baru setelah era Chromebook yang diperkenalkan lebih dari 15 tahun lalu. Dengan kombinasi tersebut, pengguna dapat menjalankan aplikasi Android dari Magic Pointer, cukup dengan menggoyangkan kursor untuk memunculkan bantuan AI Gemini secara langsung di layar....
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
KesehatanDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
KesehatanTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- John Herdman Bidik 5 Pemain Naturalisasi untuk Piala Asia 2027
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Arteta Dukung Bournemouth Kalahkan Teman Masa Kecil Guardiola
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Artikel Terbaru
Bhayangkara Presisi Lolos ke Semifinal AVC Champions 2026
Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz untuk Kapal Asing
Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
Tautan Sahabat
- Serka M Nasir Dituntut 12 Tahun Penjara dan Dipecat
- Menteri Agama Ajak Umat Islam Perkuat Ibadah Idul Adha
- Pimpinan DPR Soroti Derita Guru Akibat Implementasi Daerah
- Muhadjir Effendy Diperiksa KPK 2 Jam Kasus Haji
- 20 Link Twibbon Kenaikan Yesus Kristus 2026, Cara Unggah
- Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Geothermal Indonesia
- KPK Geledah Rumah Pengusaha Citra Margaretha Terkait Sugiri
- Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel, Kapal GSF Hilang
- Prabowo soal Dolar: Politisi Gerindra Sebut Motivasi untuk Desa
- Demokrat Terima Delegasi PAP, Bahas Peran Politik Wanita