Lokasi: Properti >>

Menggambar Bahasa Emosi Anak, Orang Tua Jangan Menghakimi

Properti8 Dilihat

RingkasanCalvin menegaskan bahwa kesalahan terbesar orang dewasa adalah terlalu cepat memberi makna pada gambar anak tanpa bertanya langsung kepada mereka. Hal ini disampaikan dalam program Momspiration yang tayang di kanal YouTube Tribun Health, Selasa (19/5/2026)....

Menggambar Bahasa Emosi Anak,<strong></strong> Orang Tua Jangan Menghakimi

Calvin menegaskan bahwa kesalahan terbesar orang dewasa adalah terlalu cepat memberi makna pada gambar anak tanpa bertanya langsung kepada mereka. Hal ini disampaikan dalam program Momspiration yang tayang di kanal YouTube Tribun Health, Selasa (19/5/2026). Menurut Calvin, tidak sedikit orangtua yang buru-buru menganggap anak agresif, nakal, bahkan memiliki masalah perilaku hanya dari gambar yang mereka buat.

Calvin menjelaskan anak sering menggunakan gambar sebagai bahasa emosi karena kemampuan verbal mereka belum berkembang sempurna. Karena itu, gambar menjadi media untuk menyampaikan rasa takut, sedih, marah, atau rasa ingin aman. Sebaliknya, gambar itu dijadikan pintu masuk untuk berdialog. “Siapa yang kamu lindungi? Siapa yang kamu serang?” kata Calvin mencontohkan pertanyaan yang biasa digunakan dalam terapi seni. Menurutnya, jawaban anak sering kali menunjukkan hal yang jauh berbeda dari asumsi orang dewasa.

Calvin juga menyinggung kebiasaan anak mencoret tembok rumah yang sering membuat orangtua marah. Menurutnya, tindakan itu bisa menjadi bentuk ekspresi emosi yang muncul secara spontan. “Untuk benar-benar memahami apa yang ada dalam lukisan, kita selalu bertanya kepada anak-anak. Karena itu lukisan mereka,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya mendengarkan cerita anak tentang gambar mereka sebelum memberikan penilaian.

Tags:

Artikel Terkait