Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Pendidikan9 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/30n1blh7d.html
Artikel Terkait
Tim Voli Wahana Kuningan Incar Gelar Juara U-19
PendidikanTim voli putri Ajaib Wahana Kuningan sukses menembus partai final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan mengakhiri turnamen dengan status runner-up setelah bersaing melawan puluhan tim terbaik dari berbagai daerah. Pada laga final yang berlangsung di GOR Bulungan, Sabtu (9/5/2026), Ajaib Wahana Kuningan harus mengakui keunggulan tim kuat O2C Ciparay Bandung, juara bertahan yang tampil solid dan menang dalam tiga set langsung....
Baca SelengkapnyaWHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
PendidikanDickey Budiman, epidemiolog dan pakar Keamanan Kesehatan Global dari Griffith University Australia, meminta masyarakat tidak panik menanggapi situasi penyebaran Ebola di Afrika. Menurutnya, meskipun situasi sangat serius, dunia tidak sedang mengarah pada pandemi baru seperti Covid-19....
Baca SelengkapnyaSerat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
PendidikanKesalahan umum dalam menjaga gula darah adalah hanya fokus mengurangi konsumsi gula, padahal peran serat sangat penting untuk memperlambat pelepasan glukosa ke aliran darah sehingga lonjakan gula darah lebih terkendali. Makanan tinggi serat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan ngemil, serta menjaga sensitivitas insulin dan metabolisme tetap optimal....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Messi diragukan, Piala Dunia 2026 tak sempurna tanpa La Pulga
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Spotify Kembalikan Logo Lama Setelah Banjir Kritik
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Artikel Terbaru
Forum BRICS India Jadi Panggung RI Pertegas Peran Aktif
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
iOS 27 Hadirkan Fitur AI Canggih untuk Kamera
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Tautan Sahabat
- Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- El Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak