Lokasi: Teknologi >>

Rupiah Tembus Rp17.500 meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen

Teknologi149 Dilihat

RingkasanNilai tukar rupiah terus melemah dan telah menyentuh level Rp 17. 500 per dolar AS, dengan potensi mencapai Rp 17....

Rupiah Tembus Rp17.500 meski Ekonomi Tumbuh 5,<strong></strong>61 Persen

Nilai tukar rupiah terus melemah dan telah menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS, dengan potensi mencapai Rp 17.550 dalam pekan ini. "Hari ini rupiah terus mengalami pelemahan, sudah menyentuh di level Rp 17.500 yang kemungkinan besar akan kembali menuju Rp 17.550-an. Angka Rp 17.550 kemungkinan besar akan tercapai dalam minggu ini," tutur Ibrahim, Selasa (12/5/2026).

Pelemahan mata uang rupiah dipicu kombinasi sentimen eksternal dari memanasnya konflik di Timur Tengah dan persoalan domestik yang dinilai belum sepenuhnya mendukung penguatan rupiah. Dari sisi global, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat menolak proposal Iran yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Ibrahim menilai konflik di kawasan Selat Hormuz masih berlanjut meski sebelumnya sempat dinyatakan mereda, dengan serangan-serangan kecil yang terus terjadi memicu kekhawatiran pasar global. Selain itu, Ibrahim menyoroti keterlibatan Uni Emirat Arab yang disebut masih melakukan serangan terhadap Iran, termasuk serangan yang menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan pada awal April. Kondisi tersebut dinilai mendorong penguatan indeks dolar AS dan berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia, khususnya Brent crude oil. "Nah kenaikan dari Brent crude oil ini berdampak terhadap transportasi dengan biaya yang cukup mahal," terang Ibrahim.

Dari sisi domestik, Ibrahim menilai pertumbuhan ekonomi lebih banyak ditopang konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah, sementara kontribusi investasi masih terbatas. Ia juga menyoroti meningkatnya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor padat karya. Menurutnya, sejak Januari hingga April 2026 tercatat sekitar 40.000 pekerja di sektor manufaktur, tekstil, garmen, dan elektronik terkena PHK.

Tags:

Artikel Terkait