Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Kuliner395 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/nm5qvul7l.html
Artikel Terkait
Dokter Peringatkan Bahaya Salah Obat Diabetes Lansia
KulinerKelompok geriatri dengan usia di atas 60 tahun umumnya memiliki lebih dari satu penyakit kronis sehingga memerlukan penanganan khusus dalam pemberian obat diabetes. Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Internis) dr....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaDPR Semprot Gubernur BI soal Pernyataan Rupiah Stabil
KulinerAnggota Komisi XI DPR, Harris, mempertanyakan pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang menyebut nilai tukar rupiah stabil di tengah pelemahan hingga level Rp17. 676 per dolar AS....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaCuti Bersama Idul Adha 2026 Tentukan oleh SKB 3 Menteri
KulinerHari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 berdasarkan penetapan resmi Kementerian Agama Republik Indonesia. Keputusan ini diumumkan melalui Sidang Isbat awal Zulhijah 1447 H yang digelar di Jakarta pada Minggu, 17 Mei 2026....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Raffi Ahmad Borong 100 Kambing Kurban dari Fadil Jaidi
- Juri Dinonaktifkan, Disdik Kalbar Sebut Speaker Bermasalah
- Prabowo Tegaskan Penguatan Pertahanan di Tengah Geopolitik Memanas
- Hari Kebangkitan Nasional 2026: Tanggal, Ucapan, dan Sejarah
- Pinkan Mambo Ratusan Kali Minta Cerai, Akhirnya Balikan
- Kejagung Tangkap Pemberi Suap ke Ketua Ombudsman Nonaktif
Artikel Terbaru
Roberto Martinez Latih Portugal di Piala Dunia 2026
MK Putuskan Ibu Kota RI Tetap Jakarta Sebelum Keppres
Profil Marsekal Budhi Achmadi, Pesan untuk Keluarga di Pernikahan Perak
MK Soroti QR Code Produk Makanan Tidak Aktif
Serka Frengky Dituntut 4 Tahun, Surat Kopassus Diserahkan
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Kasus K3
Tautan Sahabat
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola