Lokasi: Bisnis >>
Menteri UMKM Larang E-Commerce Naikkan Ongkir
Bisnis91 Dilihat
RingkasanMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melarang keras perusahaan e-commerce menaikkan biaya layanan logistik atau ongkos kirim yang dibebankan kepada penjual di marketplace. Larangan ini disampaikan menyusul banyaknya keluhan dari para seller terkait kenaikan biaya pengiriman. Maman mengaku telah memanggil seluruh perusahaan marketplace untuk membahas persoalan tersebut. "Kemarin kami sudah panggil seluruh perusahaan marketplace. Saya sudah sampaikan tidak boleh ada dulu kenaikan-kenaikan. Tidak boleh. Itu udah tegas itu," ujarnya di Bali, Jumat (15/5/2026)....
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/385f936199611.html
Artikel Terkait
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
BisnisOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaKereta China Jadi Senjata Iran Tembus Blokade AS
BisnisFrekuensi pengiriman kereta barang dari China ke Eropa melonjak drastis akibat konflik yang memicu blokade di jalur laut. Menurut sumber logistik internasional yang dikutip dari Bloomberg, kereta tersebut melintas melewati wilayah Kazakhstan dan Turkmenistan sebelum akhirnya masuk ke Iran....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
BisnisPada 16 Mei 1966, pemimpin Partai Komunis China, Mao Zedong, memulai kampanye besar-besaran untuk membersihkan negara dari pengaruh kapitalisme dan cara berpikir borjuis, sekaligus menyingkirkan para rival politiknya. Selama kampanye tersebut, para pendukung Mao menghancurkan warisan budaya serta memimpin interogasi, penghinaan, dan pemukulan terhadap guru, kaum intelektual, dan pihak-pihak yang dianggap musuh negara....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ricuh Laga PSM vs Persib: Pemain Aman, Terjebak di Ruang Ganti
- 6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
- Xi Jinping Sajikan Bebek Panggang dan Bakpao Babi untuk Trump
- Kecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
- Habib Rizieq Aktifkan Kembali Pengajian Petamburan dan Megamendung
- Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
Artikel Terbaru
Gus Miftah: Judi Online, Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele
Krisis Iran, Ancaman Invasi AS ke Kuba Meningkat
Eksekusi Mati Global Cetak Rekor Tertinggi dalam 40 Tahun
Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
Pengacara Bantah Okin Punya Utang ke Rachel Vennya
Ekonomi Rusia Melambat, UE Sanksi Penculikan Anak Ukraina
Tautan Sahabat
- MUI Kecam Penangkapan Aktivis Republika di Kapal Flotilla
- RI Dorong Pembangunan Kota Cerdas Inklusif dan Adaptif
- Gubernur BI Dipanggil Prabowo Bahas Rupiah Melemah
- 22 Universitas Swasta Terbaik Surabaya Versi EduRank 2026
- Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Gelar
- Polisi Diminta Tembak Begal di Tempat, Indonesia Darurat
- MC LCC Kalbar Minta Maaf Usai Ucap 'Mungkin Perasaan Adik-Adik'
- Kualitas Pemimpin Faktor Penting Kemajuan Negara
- Harta Teddy Indra Wijaya Tembus Rp20 Miliar
- Tangis Santriwati Ponpes Pati: Yatim Piatu, Terancam Putus Sekolah