Lokasi: Kuliner >>

Gus Miftah: Judi Online, Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele

Kuliner5847 Dilihat

RingkasanMenteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari judi online, kecanduan gadget, krisis mental, hingga kekerasan dan bullying. "Anak muda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda....

Gus Miftah: Judi Online,<strong></strong> Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari judi online, kecanduan gadget, krisis mental, hingga kekerasan dan bullying. "Anak muda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda. Judi online, kecanduan gadget, krisis mental, sampai kekerasan dan bullying adalah masalah nyata yang tidak boleh dianggap sepele," ujarnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Selasa (11/2/2025). Menurutnya, derasnya arus digitalisasi telah mengubah pola hidup dan interaksi sosial anak muda, sehingga jika tidak dibarengi dengan penguatan karakter dan pendampingan yang baik, risiko dampak negatif semakin besar.

Sementara itu, kecanduan media sosial dan penggunaan gadget secara berlebihan juga dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis hingga menurunkan kualitas interaksi sosial anak muda. Nasaruddin menekankan pentingnya peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sehat secara mental, sosial, dan akademik. "Pesantren harus menjadi tempat yang sehat secara pendidikan, mental, dan sosial. Karena itu, pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi santri harus terus diperkuat," katanya. Ia menambahkan, pengasuh pesantren dan para pendidik perlu membangun lingkungan yang suportif agar para santri berani berbicara ketika mengalami tekanan, kekerasan, maupun persoalan mental lainnya.

Menteri Agama juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak cukup hanya berbicara mengenai sejarah dan tradisi, tetapi juga harus hadir menawarkan solusi konkret atas tantangan zaman modern. "NU harus hadir bukan hanya bicara soal masa lalu, tapi juga memberi solusi atas masalah-masalah yang sedang dihadapi anak muda hari ini," tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi adaptasi lembaga keagamaan dalam merespons isu-isu kontemporer yang dihadapi generasi penerus bangsa.

Tags:

Artikel Terkait

  • Frislly Herlind Kesurupan di Danau Terkutuk Salmokji Korea

    Kuliner

    Frislly mengungkapkan kenangan paling membekas saat mendatangi Danau Salmokji, sebuah lokasi yang dikenal masyarakat setempat sebagai danau terkutuk di Korea. Frislly sengaja mendatangi tempat tersebut untuk menggali kisah mistis yang berkembang di sana, dan kini cerita Salmokji telah diangkat menjadi film horor....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya
  • Toyota Setop Produksi Veloz Bensin Sejak Februari 2026

    Kuliner

    PT Toyota Astra Motor (TAM) memposisikan Toyota Avanza sebagai kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) dalam strategi multi-pathway untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam. Marketing Director TAM Bansar Maduma menyatakan Toyota memahami perbedaan kebutuhan setiap pelanggan tergantung kondisi, penggunaan, dan kemampuan yang dimiliki....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya
  • Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026

    Kuliner

    Pembalap Indonesia Umar berhasil meraih podium pertamanya di kancah balap Eropa setelah finis sebagai runner-up pada Race 1 Lamborghini Super Trofeo Europe di Sirkuit Paul Ricard, Prancis, akhir pekan lalu. Umar yang tergabung dalam Delta Garage Racing Team dan tampil full series musim ini mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya