Lokasi: Teknologi >>

MPR Evaluasi Sistem Penjurian Lomba Empat Pilar Kalbar

Teknologi6 Dilihat

RingkasanAbraham, perwakilan penyelenggara, mengumumkan pembatalan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat nasional setelah SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas secara resmi menolak mengikuti kompetisi ulang. Kedua sekolah tersebut menyatakan keberatan terhadap hasil awal yang memicu polemik dalam ajang yang telah digelar di 15 dari 38 provinsi di Indonesia....

MPR Evaluasi Sistem Penjurian Lomba Empat Pilar Kalbar

Abraham, perwakilan penyelenggara, mengumumkan pembatalan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat nasional setelah SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas secara resmi menolak mengikuti kompetisi ulang. Kedua sekolah tersebut menyatakan keberatan terhadap hasil awal yang memicu polemik dalam ajang yang telah digelar di 15 dari 38 provinsi di Indonesia.

Polemik bermula saat pelaksanaan LCC Empat Pilar yang berada di bawah koordinasi Badan Sosialisasi. Setelah kontroversi mencuat, pimpinan badan tersebut menggelar rapat daring pada 12 Mei 2026 dan memutuskan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan serta mekanisme penjurian. Abraham menilai penolakan kedua sekolah justru menunjukkan implementasi nyata nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu toleransi, persatuan, demokrasi, dan keadilan.

"Kita melihat apa yang disampaikan kedua sekolah ini betul-betul mengimplementasikan pelajaran empat pilar itu sendiri," kata Abraham. Mulai tahun depan, dewan juri akan melibatkan pakar hukum tata negara, akademisi, serta dosen perguruan tinggi di masing-masing provinsi untuk meningkatkan profesionalisme dan objektivitas penilaian. "Jurinya adalah pakar hukum tata negara atau akademisi agar lebih profesional," ujar Abraham.

Tags:

Artikel Terkait