Lokasi: Hikmah >>

Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan

Hikmah853 Dilihat

RingkasanRirin dan Yuni telaten menyusun dan menggunting pola bahan pembuatan tas etnik di Workshop Mamnich, Jalan Merbabu Raya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pekerjaan ini bukan hal baru bagi keduanya karena bertahun-tahun pengalaman telah menempa Ririn dan Yuni menjadi perajin terampil yang mengolah kain menjadi produk fesyen sarat nilai budaya tradisional dan kearifan lokal....

Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan

Ririn dan Yuni telaten menyusun dan menggunting pola bahan pembuatan tas etnik di Workshop Mamnich,Jalan Merbabu Raya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pekerjaan ini bukan hal baru bagi keduanya karena bertahun-tahun pengalaman telah menempa Ririn dan Yuni menjadi perajin terampil yang mengolah kain menjadi produk fesyen sarat nilai budaya tradisional dan kearifan lokal.

Ririn mengenang kembali titik balik hidupnya pada 2019 saat ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai penyablon di sebuah pabrik plastik karena tempatnya bekerja gulung tikar setelah sang pemilik meninggal. Berstatus sebagai orang tua tunggal, Ririn tak punya banyak pilihan dan harus segera bangkit mencari penghidupan baru demi keluarganya. Di tengah situasi sulit itu, datang uluran tangan dari pasangan suami istri pemilik Mamnich, Adi Budiarto dan Fransiska. “Sudah ikut bekerja dengan Pak Adi sekitar tujuh tahun. Saya karyawan pertama beliau. Saya bersyukur punya bos yang bijak, jadi saluran berkat untuk orang lain,” ujar Ririn.

Kisah serupa juga dialami Yuni yang di usianya tak lagi muda masih senang diberi kesempatan bekerja karena umur kepala lima sering menjadi penghalang diterima di dunia kerja formal. “Awalnya saya cuma ibu rumah tangga. Alhamdulillah usia segini masih bisa berkarya,” ungkap Yuni. Sementara itu, Adi Budiarto mengisahkan perjalanan membangun usaha bersama sang istri didorong harapan meraih kehidupan lebih baik setelah keduanya sempat bekerja di Jepang, Adi sebagai teknisi listrik dan Fransiska sebagai perawat. Pada 2015, mereka memutuskan kembali ke Indonesia dan merintis usaha warung internet (warnet), namun sayangnya usaha tersebut harus gulung tikar.

Tags:

Artikel Terkait