Lokasi: Properti >>
DPR Semprot Gubernur BI soal Pernyataan Rupiah Stabil
Properti85 Dilihat
RingkasanAnggota Komisi XI DPR, Harris, mempertanyakan pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang menyebut nilai tukar rupiah stabil di tengah pelemahan hingga level Rp17. 676 per dolar AS....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gubernur-BI-Perry-Warjiyo-bicara-soal-QRIS-nih.jpg)
Anggota Komisi XI DPR,Harris, mempertanyakan pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang menyebut nilai tukar rupiah stabil di tengah pelemahan hingga level Rp17.676 per dolar AS. Harris menyoroti data yang disampaikan Perry dalam rapat kerja di Jakarta pada Senin (18/5/2026), di mana BI menilai stabilitas bukan dari angka kurs semata, melainkan dari volatilitas pergerakannya. Ia menegaskan bahwa masyarakat masih merasakan dampak pelemahan ekonomi meskipun BI telah melakukan berbagai intervensi.
Harris mengkritik pernyataan stabilitas rupiah yang disampaikan Perry, karena nilai tukar yang tembus hingga Rp17.676 bahkan memicu ejekan di publik. "Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah 17.600, bahkan muncul ejekan kalau 17.845, maka Indonesia merdeka katanya. Tetapi di presentasi Bapak (Perry), Bapak mengatakan bahwa rupiah stabil, relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain," ucap Harris, dikutip dari YouTube pada Senin. Ia menekankan bahwa persepsi stabilitas tersebut tidak sejalan dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat.
Harris membeberkan sejumlah langkah yang telah diambil BI untuk menopang rupiah, seperti intervensi besar-besaran yang menurunkan cadangan devisa dari 156 miliar dolar AS menjadi 146 miliar dolar AS, menaikkan SRBI menjadi 6,41 persen, membeli SBN sebesar Rp332 triliun di tahun 2025 dan tambahan Rp133 triliun, serta pengetatan pembelian dolar dari Rp50.000 menjadi Rp25.000. Oleh karena itu, Harris mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut dan meminta BI untuk jujur mengakui adanya masalah serius yang menyebabkan rupiah terus melemah.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/248c3499717.html
Sebelumnya: Muhadjir Effendy Diperiksa KPK 2 Jam Kasus Haji
Berikutnya: Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Rp2.764.000
Artikel Terkait
Maia Estianty Bahagia Jadi Nenek Usai Putri Al Ghazali Lahir
PropertiAlyssa Daguise melahirkan bayi perempuan dengan berat 3,6 kilogram melalui proses persalinan normal. Putri kecil pasangan yang menikah pada 16 Juni 2025 di Hotel The St....
【Properti】
Baca SelengkapnyaArsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
PropertiAryo menyayangkan industri timah Indonesia yang sudah berusia 150 tahun belum memiliki pusat riset timah sendiri. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam forum Met Connex 2026 di JCC Jakarta pada Selasa (12/5/2026)....
【Properti】
Baca SelengkapnyaGenerasi Muda Didorong Berkiprah di Industri Sawit
PropertiGenerasi muda, khususnya Gen Z, didorong untuk berkontribusi aktif dalam perkembangan industri sawit di Indonesia. Ajakan ini mengemuka dalam Workshop Gen-Z Preneur yang digelar oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg saat Libur Panjang
Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak
IHSG Tertekan MSCI, Investor Waspadai Arus Dana Asing
Prabowo Tegas Berantas Korupsi Sejalan Supremasi Hukum
Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Rp2.764.000
Tautan Sahabat
- Senat AS Tolak Rencana Trump Remodel Ballroom Putih
- Ekonomi Israel Minus 3,3 Persen Akibat Perang Lawan Iran
- Dokter Salah Diagnosis Hantavirus, Penumpang Kapal Kritis
- Global Sumud Nusantara dan Flotilla Ditangkap Israel
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah
- Penasihat Iran Kirim Peringatan ke Trump Sebelum Lawatan ke China
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
- Iran Disebut Mampu Lumpuhkan Internet Global dari Selat Hormuz
- Xi Jinping Buka Peluang Bisnis AS, Trump Janjikan Masa Depan Cerah
- Iran-China Perkuat Koordinasi Politik di Tengah Dinamika AS