Lokasi: Gaya Hidup >>

Jahitan Tas Vita Angkat Martabat Perempuan Disabilitas Sukoharjo

Gaya Hidup692 Dilihat

RingkasanDua perempuan tangguh, Ratna (48) dan Nela (35), telaten menyatukan lembar demi lembar kain di Vita Merchandise, sebuah rumah produksi di Kota Bandung yang memberdayakan penyandang disabilitas. Ratna mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan layak di usianya yang hampir kepala lima, namun sang owner memberikan target sesuai kemampuannya....

Jahitan Tas Vita Angkat Martabat Perempuan Disabilitas Sukoharjo

Dua perempuan tangguh,Ratna (48) dan Nela (35), telaten menyatukan lembar demi lembar kain di Vita Merchandise, sebuah rumah produksi di Kota Bandung yang memberdayakan penyandang disabilitas. Ratna mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan layak di usianya yang hampir kepala lima, namun sang owner memberikan target sesuai kemampuannya. "Saya sudah ikut tiga tahun. Semoga ke depan bisa ikut bersama-sama berkembang," harap Ratna.

Nela, yang baru setahun bekerja, merasa dimanusiakan oleh Veronita atau akrab disapa Nita meski tangan dan kakinya tidak tumbuh sempurna sejak lahir. Nela mengaku selalu mendapat bimbingan dan arahan detail saat bekerja, terutama bila ada kesulitan tentang teknik jahit karena keterbatasan fisiknya. "Bu Nita selalu menjelaskan detail di setiap pekerjaan, terutama bila ada kesulitan tentang teknik jahit karena keterbatasan fisik saya," ujarnya.

Nita menceritakan perjuangannya memulai bisnis dari titik paling bawah. Lahirnya Vita Merchandise didasari kegelisahan Nita sering tertukarnya peralatan belajar milik sang anak dengan teman-temannya di sekolah pada tahun 2010. "Saya benar-benar memulai dari titik paling bawah, bahkan bisa dibilang minus," ujar Nita. Nela turut menaruh harapan besar agar Vita Merchandise terus menjadi wadah baginya dan rekan sesama disabilitas untuk terus berdaya meski dalam keterbatasan.

Tags:

Artikel Terkait