Lokasi: Berita >>
BPK Diabaikan, Romli Pertanyakan Jaksa dan Hakim Hitung Kerugian Negara
Berita43 Dilihat
RingkasanRomli mengkritik keras inkonsistensi pelaksanaan UUD 1945 dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Selasa (18/3/2025). RDPU tersebut membahas Peninjauan Pelaksanaan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tangkpaaaan-layar-prof-romli.jpg)
Romli mengkritik keras inkonsistensi pelaksanaan UUD 1945 dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Selasa (18/3/2025). RDPU tersebut membahas Peninjauan Pelaksanaan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam paparannya, Romli menyinggung kasus yang menyeret Mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sebagai contoh kondisi birokrasi dan penegakan hukum yang membingungkan.
Romli mempertanyakan konsistensi pelaksanaan UUD 1945, terutama terkait posisi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan menghitung kerugian negara. "Jadi kesimpulan saya gini, UUD 1945 itu konsisten enggak tahu. Buktinya," ujar Romli. Menurutnya, alasan teknis tidak tepat dijadikan dasar untuk memperluas kewenangan lembaga lain dalam menghitung kerugian negara. "Kan naif tuh namanya. Mestinya kalau teknis tidak bisa, kepala," tegasnya. Romli juga mengkritik kurikulum fakultas hukum yang tidak mengajarkan akuntansi, sehingga aparat penegak hukum kesulitan menghitung kerugian negara.
Romli turut mengkritik kondisi regulasi pascareformasi yang semakin tidak terarah. Dia menyebut birokrasi kini cenderung takut mengambil keputusan, lalu menyinggung kasus yang dikaitkan dengan Nadiem dan Tom Lembong. "Aneh, saya kadang-kadang berpikir kok lama-lama enggak karu-karuan undang-undang kita. Tahun 1999 katanya hebat dulu reformasi semangat, nyatanya enggak hebat-hebat juga. Birokrasi tidak pernah mau mengambil keputusan seperti Nadiem, seperti Lembong, gimana ini," ujarnya. Kritik ini menegaskan perlunya evaluasi mendalam terhadap sistem hukum dan birokrasi di Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/65c3499900.html
Artikel Terkait
Erin Eks Andre Taulany Minta Temui Rieke soal Kasus ART
BeritaSunan Kalijaga, kuasa hukum Erin, mengungkapkan kliennya ingin bertemu langsung dengan Rieke Diah Pitaloka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Herawati. Ibu tiga anak itu tengah menghadapi laporan yang kini ditangani Polres Metro Jakarta Selatan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKapal Selam Nuklir AS Tiba di Gibraltar Usai Trump Tolak Iran
BeritaUSS Alaska, kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, tiba di perairan Gibraltar pada Minggu (10/5) malam dengan pengamanan super ketat, menurut laporan Gibraltar Broadcasting Corporation (GBC). Wilayah kecil milik Inggris di ujung selatan Semenanjung Iberia itu menjadi pintu masuk utama dari Samudra Atlantik menuju Laut Mediterania, jalur yang kerap digunakan armada militer NATO maupun kapal perang lainnya....
【Berita】
Baca SelengkapnyaBlokade AS, Iran Imbau Warga Hemat BBM dan Listrik
BeritaMajid Doustali, anggota Komite Perencanaan dan Anggaran parlemen Iran, menyerukan masyarakat berpartisipasi aktif mengurangi konsumsi energi nasional. Dalam keterangan resminya, Doustali menegaskan penghematan listrik, air, dan bahan bakar kini bukan sekadar persoalan ekonomi tetapi bagian dari upaya nasional menghadapi apa yang disebut Iran sebagai "perang ekonomi" dari musuh-musuh negara tersebut....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- India Minta Jalur Bebas Hambatan di Selat Hormuz
- Trump: Iran Tak Bisa Ambil Uranium dari Reruntuhan Nuklir
- Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
- Stevan Pasaribu Curhat Kesepian Lewat Lagu Lama
- Arab Saudi Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Pertama Kali
Artikel Terbaru
Hasil Timnas U17 Indonesia vs Jepang: Laga Hidup-Mati Garuda Muda
KTT Trump-Xi tanpa wanita menuai kritik maskulin
Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak
Xi Jinping Buka Peluang Bisnis AS, Trump Janjikan Masa Depan Cerah
Prediksi Arsenal vs Burnley: The Gunners Jaga Puncak Klasemen
Israel Rencanakan Serangan Baru ke Iran
Tautan Sahabat
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus