Lokasi: Olahraga >>
KTT Trump-Xi tanpa wanita menuai kritik maskulin
Olahraga557 Dilihat
RingkasanPertemuan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, pada Kamis (14/5/2026) menuai kritik tajam karena tidak melibatkan satu pun perempuan dalam meja perundingan. Ekonom sekaligus mantan Direktur Pelaksana IMF, Gita Gopinath, menyebut fenomena ini sebagai gambaran berakhirnya meritokrasi dalam unggahan media sosialnya yang membagikan foto pertemuan tersebut....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KTT-CHINA-AS-Presiden-AS-Donald-d.jpg)
Pertemuan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, pada Kamis (14/5/2026) menuai kritik tajam karena tidak melibatkan satu pun perempuan dalam meja perundingan. Ekonom sekaligus mantan Direktur Pelaksana IMF, Gita Gopinath, menyebut fenomena ini sebagai gambaran berakhirnya meritokrasi dalam unggahan media sosialnya yang membagikan foto pertemuan tersebut. "Sungguh sulit dipahami bagaimana kita akhirnya memiliki meja perundingan yang hanya terdiri dari satu jenis kelamin, padahal ada begitu banyak perempuan berbakat di seluruh dunia," ujar Gopinath kepada media Inggris.
Minimnya pembahasan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan penderitaan tahanan membuat banyak pihak menilai KTT tersebut lebih bernuansa militeristik dan eksklusif. Kedua pemimpin lebih banyak membahas perdagangan serta perang di Iran dan Ukraina, mengesampingkan isu-isu kemanusiaan. "Kita entah bagaimana kembali pada gagasan bahwa yang penting adalah jaringan Anda dan bukan kemampuan Anda, dan itu menentukan apakah seseorang mendapatkan tempat di meja perundingan atau tidak," tambah Gopinath.
Perbandingan dengan era Presiden Barack Obama menunjukkan kemunduran signifikan dalam representasi gender. Halima Kazem, Wakil Direktur Program Studi Feminis, Gender, dan Seksualitas di Universitas Stanford, menegaskan bahwa pertemuan puncak AS-China pada masa Obama melibatkan perempuan dalam meja perundingan, termasuk Liu Yandong yang saat itu menjabat Wakil Perdana Menteri China. "Sekarang, kedua negara adidaya itu tampaknya tidak menganggap perempuan pantas berada di ruangan tempat politik kekuatan besar berlangsung. Ini bukan hanya kegagalan Amerika, tetapi juga sinyal bilateral bahwa suara perempuan tidak penting dalam membentuk tatanan global," tegas Kazem.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/313f599681.html
Artikel Terkait
Ketua Komisi XI DPR Desak BI Stabilkan Rupiah Segera
OlahragaDesakan kepada Bank Indonesia (BI) untuk segera menstabilkan nilai tukar rupiah kembali mengemuka. Pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level Rp 17....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaSengketa Hotel Sultan: Ada Kepentingan Ambil Alih Bisnis
OlahragaKuasa hukum PT Indobuildco, Hamdan, menegaskan sengketa yang melibatkan Hotel Sultan seharusnya berfokus pada tanah, bukan pada pengambilalihan bangunan dan bisnis hotel. Hamdan menyoroti adanya kepentingan untuk mengambil alih bisnis hotel tersebut, yang menurutnya tidak memiliki dasar hukum yang jelas....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaBWS Edukasi Generasi Muda Semarang soal Menabung Bijak
OlahragaBank Woori Saudara (BWS) melalui Kantor Cabang Semarang berpartisipasi dalam kegiatan SparkFest Sekolah Terang Bangsa pada 11 April 2026 untuk mendukung program literasi perbankan. Bank Woori Saudara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1906 dan kini berstatus perusahaan publik dengan kode emiten SDRA di Bursa Efek Indonesia....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
- Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Rp2.764.000
- BI Yakin Rupiah Menguat Juli 2026, Yakinkan DPR
- Siswi Protes LCC Josepha Alexandra Diundang MPR dan Ditawari Beasiswa
- Nasrafa Kain Lukis Tembus Pasar Dunia dari Brosur
Artikel Terbaru
Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Seperti 1998
Nasrafa Kain Lukis Tembus Pasar Dunia dari Brosur
IHSG Tertekan MSCI, Investor Waspadai Arus Dana Asing
Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp220 Miliar untuk Kabel Laut
1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
BRImo Dorong Ekonomi Solo hingga Lereng Merbabu
Tautan Sahabat
- Robert Kardinal Yakin Papua Jadi Lumbung Tuna Nasional
- Pekerja Tambang Emas Yahukimo Tewas, OPM Diduga Pelaku
- Kecelakaan Lalu Lintas Picu Konflik Wamena, Warga Mengungsi
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat Besok
- Prakiraan Cuaca Bangka Belitung 14 Mei: Hujan Petir
- ART Tersangka Kematian Bocah 11 Tahun Akibat Pengobatan Mistik
- Ayah di Bandung Sekap Anak dan Ancam Bakar Rumah
- SMAN 1 Sambas Juara Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
- Mantan Kasat Narkoba Kubar Jalani Sidang Etik Hari Ini
- Prakiraan Cuaca Sorong 17 Mei 2026: Hujan Ringan