Lokasi: Otomotif >>

Transisi Pilot TNI AU dari Hawk ke Rafale Penuh Tantangan

Otomotif48974 Dilihat

RingkasanLetkol Pnb Binggi "Rayden" Nobel, Komandan Skadron Udara (Danskadron) 12, menceritakan pengalamannya dalam proses transisi dari teknologi pesawat tempur Inggris menuju teknologi Prancis. Ia menyebut, meskipun ada kemiripan pada sistem kendali, tetap diperlukan adaptasi yang mendalam....

Transisi Pilot TNI AU dari Hawk ke Rafale Penuh Tantangan

Letkol Pnb Binggi "Rayden" Nobel, Komandan Skadron Udara (Danskadron) 12, menceritakan pengalamannya dalam proses transisi dari teknologi pesawat tempur Inggris menuju teknologi Prancis. Ia menyebut, meskipun ada kemiripan pada sistem kendali, tetap diperlukan adaptasi yang mendalam. "Pengalaman kami pribadi, kami mengoperasikan pesawat tipe Hawk 100 dan 200 dari BAE Inggris, dan itu pun central column," ujar Letkol Pnb Binggi saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Ia tidak menampik perpindahan dari pesawat generasi ke-3 seperti Hawk menuju Rafale yang merupakan generasi 4.5 menyisakan celah atau gap teknologi yang cukup lebar. "Tentunya ada gap, dan ini sedang kami laksanakan untuk proses pembelajaran," tegas Binggi. Personel yang dikirim untuk mengawaki Rafale telah melalui seleksi ketat guna memastikan lompatan teknologi ini bisa diatasi oleh personel yang benar-benar mumpuni.

Tujuan utama dari pemahaman teknologi yang mendalam ini adalah untuk memastikan efektivitas tempur. "Diharapkan objektif dari pimpinan ketika kita diminta melaksanakan misi ataupun operasi tertentu, kita mengoptimalkan kemampuan pesawat ini seoptimal mungkin, sehingga tidak lagi ada keragu-raguan di dalamnya," pungkas Binggi.

Tags:

Artikel Terkait