Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita947 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/yxtsa52f0.html
Sebelumnya: Lirik Lagu 405 Justin Bieber: Loving On Me
Berikutnya: Mauricio Buka Suara soal Masa Depan di Persija
Artikel Terkait
Penasihat Iran Kirim Peringatan ke Trump Sebelum Lawatan ke China
BeritaTeheran menegaskan Washington tidak boleh menganggap gencatan senjata Iran-AS sebagai kemenangan diplomatik maupun militer. Peringatan itu disampaikan Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim....
【Berita】
Baca SelengkapnyaCahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
BeritaIndustri kacamata pemblokir cahaya biru berkembang pesat karena tubuh manusia secara alami diprogram untuk bangun saat cahaya siang yang kaya. Para ilmuwan di University of Oxford menjelaskan bahwa cahaya yang masuk ke mata membantu menyinkronkan jam biologis tubuh dengan siklus terang-gelap alami siang dan malam....
【Berita】
Baca SelengkapnyaHantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
BeritaHantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terdeteksi di Kalimantan Barat dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia pada Maret 2026. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi temuan satu kasus virus Hanta berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel, Sempat Kirim SOS
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Jakarta Garuda Hadapi Jalur Neraka di AVC Champions League 2026
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Artikel Terbaru
Thailand Open 2026: Banyak Unggulan Tumbang di 16 Besar
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Alex Marquez Operasi, Absen MotoGP Catalunya 2026?
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Tautan Sahabat
- Kapal Jurnalis Indonesia Dicegat Israel, Chiki Fawzi Ceritakan Detik-Detik
- Park Eun-bin dan Cha Eun-woo Bintangi Serial Komedi Superhero Netflix
- VVONDERLAND Gandeng Alyssa Ananta di Lagu 'Blanket & Moon'
- Ashanty dan Anang Berangkat Haji, Dapat Pesan Aurel dan Atta
- Shindy Fioerla Cerai dari Rendy Samuel, Akhiri Hubungan Toxic
- Dewi Perssik Kurban 2 Sapi Jumbo di Idul Adha 2026
- Ranty Maria dan Rayn Wijaya Akui Tak Tunda Momongan
- El Rumi Ucapkan Selamat untuk Al Ghazali yang Jadi Ayah
- Wardatina Mawa Bersyukur Setelah Berpisah dari Insanul Fahmi
- Alyssa Daguise Kesakitan Melahirkan, Al Ghazali Bicara Trauma