Lokasi: Berita >>

Gap Year Buka Peluang Lebih Luas ke Kampus

Berita6 Dilihat

RingkasanSebanyak 5. 400....

Gap Year Buka Peluang Lebih Luas ke Kampus

Sebanyak 5.400.167 siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA di Indonesia pada 2025 harus menghadapi persaingan ketat memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) impian. Persaingan tersebut tidak hanya datang dari lulusan tahun berjalan, karena dalam seleksi SNBT 2026, lulusan 2025 dan 2024 masih memiliki kesempatan mengikuti ujian kembali. Kelompok inilah yang dikenal sebagai siswa gap year, yaitu mereka yang memutuskan menunda kuliah untuk mempersiapkan diri lebih matang.

Sebagian siswa gap year memilih fokus belajar kembali agar peluang masuk PTN impian semakin besar, sementara yang lain tetap berkuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sambil mempersiapkan diri mengikuti seleksi PTN pada tahun berikutnya. Tidak sedikit pula siswa yang sebenarnya sudah diterima di suatu jurusan namun memutuskan untuk tidak mengambilnya demi mengejar pilihan yang lebih sesuai. Risiko salah jurusan sebenarnya dapat diminimalkan melalui perencanaan matang sejak awal, termasuk memanfaatkan layanan konsultasi jurusan dan konsultasi pemilihan PTN dari lembaga pendidikan terpercaya.

Di tengah tekanan sosial yang sering muncul, banyak orang masih memandang gap year sebagai keputusan negatif, padahal periode ini dapat dimanfaatkan secara produktif. Dengan strategi belajar yang tepat, siswa gap year justru memiliki keunggulan berupa waktu lebih banyak untuk mempersiapkan ujian dan memperkuat pemahaman materi. Langkah ini menjadi kunci untuk meraih kursi di PTN favorit tanpa harus menyesal di kemudian hari.

Tags:

Artikel Terkait

  • Ayu Ting Ting Kepergok Gandeng Pria, Kiky Saputri Doakan

    Berita

    Unggahan tersebut langsung memicu spekulasi warganet yang menduga berbagai hal terkait Ayu. Menurut Kiky, apapun yang dilakukan pelantun lagu "Aduh" itu selalu menjadi perhatian publik....

    Berita

    Baca Selengkapnya
  • Marinus Gea Minta Kanwil HAM Banten Lindungi Buruh

    Berita

    Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menyoroti program sosialisasi terhadap 65 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipaparkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM Banten). Marinus menilai efektivitas program tersebut perlu ditinjau kembali karena isu perlindungan buruh dan hak pekerja seharusnya mendapat perhatian lebih besar di Banten yang merupakan daerah industri....

    Berita

    Baca Selengkapnya
  • Batik Ciprat BRILiaN Kemodo, Disabilitas Buktikan Karya Hebat

    Berita

    Sepuluh warga disabilitas bersama mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tekun mengerjakan lembaran batik dengan teknik ciprat di Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati, kelompok binaan Desa Kemudo yang fokus pada pemberdayaan masyarakat rentan. Proses pembuatan batik dimulai dengan menyipratkan malam panas ke atas kain putih menggunakan kuas, dilanjutkan pewarnaan, hingga melalui proses finishing....

    Berita

    Baca Selengkapnya