Lokasi: Olahraga >>

Batik Ciprat BRILiaN Kemodo, Disabilitas Buktikan Karya Hebat

Olahraga14339 Dilihat

RingkasanSepuluh warga disabilitas bersama mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tekun mengerjakan lembaran batik dengan teknik ciprat di Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati, kelompok binaan Desa Kemudo yang fokus pada pemberdayaan masyarakat rentan. Proses pembuatan batik dimulai dengan menyipratkan malam panas ke atas kain putih menggunakan kuas, dilanjutkan pewarnaan, hingga melalui proses finishing....

Batik Ciprat BRILiaN Kemodo,<strong></strong> Disabilitas Buktikan Karya Hebat

Sepuluh warga disabilitas bersama mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tekun mengerjakan lembaran batik dengan teknik ciprat di Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati, kelompok binaan Desa Kemudo yang fokus pada pemberdayaan masyarakat rentan. Proses pembuatan batik dimulai dengan menyipratkan malam panas ke atas kain putih menggunakan kuas, dilanjutkan pewarnaan, hingga melalui proses finishing. Setiap kain batik ciprat memiliki pola yang tidak pernah sama, sehingga menghadirkan pesona berkarakter unik serta kesan eksklusif pada setiap lembarnya.

Seorang penyandang dwarfisme, Widi (34), sudah lima tahun bergabung dengan SWP Tombo Ati dan mampu mengerjakan 10–15 lembar kain batik ukuran 210 x 115 cm per hari. "Di rumah itu nggak banyak kegiatan, cuma bantu suami jualan pulsa. Seneng di sini ada kegiatan dan bisa menambah pemasukan untuk keluarga," katanya saat ditemui Tribunnews.com. Bagi ibu dua anak ini, keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi keluarga.

SWP Tombo Ati menjadi wadah pemberdayaan yang membuktikan bahwa penyandang disabilitas dan mantan ODGJ mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Dengan teknik ciprat yang menghasilkan motif unik, batik buatan mereka memiliki daya tarik tersendiri di pasar kerajinan. Kelompok ini terus mendorong kemandirian ekonomi para anggotanya melalui keterampilan membatik yang mumpuni.

Tags:

Artikel Terkait