Lokasi: Gaya Hidup >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Gaya Hidup1317 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/wsmli6vqe.html
Artikel Terkait
Mourinho Buka Suara soal Masa Depan, Kembali ke Madrid
Gaya HidupJose Mourinho akhirnya buka suara terkait spekulasi masa depannya setelah Benfica bermain imbang 2-2 melawan SC Braga pada Selasa (12/5) dinihari WIB. Pelatih berusia 63 tahun itu mengaku akan segera berbicara soal masa depannya setelah kompetisi berakhir, tepatnya pada Senin pekan depan setelah laga terakhir melawan Astroril pada Minggu (17/5)....
Baca SelengkapnyaKota Baru Parahyangan Raih GREENSHIP Homes Platinum
Gaya HidupKota Baru Parahyangan melalui kawasan Cluster Tatar Surawisesa berhasil meraih peringkat Platinum, level tertinggi dalam sistem sertifikasi GREENSHIP Homes dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikat dan plakat diserahkan oleh Wakil Ketua Umum GBCI Prasetyoadi kepada Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali dalam seremoni di Bumi Luhur Coffee & Space, Selasa (21 April 2026), dilanjutkan dengan tur ke unit rumah tersertifikasi....
Baca SelengkapnyaSistem Digital Pantau Penebusan Pupuk Subsidi Hingga Titik Serah
Gaya HidupPT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat distribusi pupuk nasional menyusul lonjakan penebusan pupuk subsidi yang signifikan. Kenaikan tersebut didorong oleh penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Oktober 2025, penyederhanaan tata kelola distribusi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, serta faktor musim hujan yang lebih panjang di berbagai wilayah pertanian....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Amna Al Qubaisi, Pebalap Perempuan Tunggal di Porsche Carrera Cup Asia
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
- Menkeu Guyur Pasar Obligasi Rp2 Triliun Tiap Hari Redam Rupiah
- IHSG Ambrol 4,26 Persen ke 6.436, 719 Saham Rontok
- Pemerintah Meksiko Batalkan Ubah Kalender Sekolah Saat Piala Dunia
- Dolar AS Menguat, Masyarakat Desa Paling Terdampak
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Prabowo Sampaikan KEM PPKF 2027 di Paripurna DPR Besok
Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
Sterling Gagal di Arsenal, Karier di Ujung Tanduk.
Rangkap Jabatan di Danantara Dinilai Ganggu Kinerja
Tautan Sahabat
- Pemberi Suap Ombudsman Dijemput Paksa Kaget Ditangkap
- KPK Periksa Dua Bos Perusahaan Terkait Kredit Macet LPEI
- Menaker Yassierli: Kesejahteraan Pekerja dan Kinerja Industri Sejalan
- Kemendiktisaintek Tangani Langsung Kasus Kekerasan Seksual Rektor
- Legislator Demokrat: Ekonomi Tumbuh, Rakyat Kecil Belum Rasakan
- PBNU Diminta Rangkul Semua Kader Potensial Jelang Muktamar
- Densus 88 Sebut Ekstremisme Targetkan Remaja di Dunia Maya
- WALHI dan Trend Asia Bantah Dana Asing Pengaruhi Penolakan UU KPK
- Ibrahim Arief Dituntut 15 Tahun, Vonis Chromebook Dibacakan
- Luka Andrie Yunus Lebih Parah dari Dugaan Dokter RSCM