Lokasi: Bisnis >>

Kota Baru Parahyangan Raih GREENSHIP Homes Platinum

Bisnis41969 Dilihat

RingkasanKota Baru Parahyangan melalui kawasan Cluster Tatar Surawisesa berhasil meraih peringkat Platinum, level tertinggi dalam sistem sertifikasi GREENSHIP Homes dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikat dan plakat diserahkan oleh Wakil Ketua Umum GBCI Prasetyoadi kepada Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali dalam seremoni di Bumi Luhur Coffee & Space, Selasa (21 April 2026), dilanjutkan dengan tur ke unit rumah tersertifikasi....

Kota Baru Parahyangan Raih GREENSHIP Homes Platinum

Kota Baru Parahyangan melalui kawasan Cluster Tatar Surawisesa berhasil meraih peringkat Platinum, level tertinggi dalam sistem sertifikasi GREENSHIP Homes dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikat dan plakat diserahkan oleh Wakil Ketua Umum GBCI Prasetyoadi kepada Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali dalam seremoni di Bumi Luhur Coffee & Space, Selasa (21 April 2026), dilanjutkan dengan tur ke unit rumah tersertifikasi.

Seiring meningkatnya pembangunan kawasan hunian di Indonesia akibat urbanisasi dan kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan tinggal yang lebih sehat, rumah tinggal dinilai memiliki peran penting dalam penggunaan energi, air, material, hingga kualitas ruang hidup penghuninya. Melalui GREENSHIP Homes, GBCI mendorong pendekatan hunian yang lebih terukur dalam pengelolaan sumber daya dan kualitas lingkungan binaan pada skala rumah tinggal. Sistem sertifikasi ini menilai rumah ramah lingkungan berdasarkan berbagai aspek keberlanjutan, mulai dari penggunaan lahan, efisiensi energi dan air, pengelolaan material, hingga kesehatan dan kenyamanan penghuni.

GBCI mengembangkan GREENSHIP Homes v2.0 untuk menyesuaikan konsep rumah hijau dengan tantangan lingkungan dan kebutuhan hunian saat ini. Sebagai pilot project, Tatar Surawisesa menjadi bagian dari implementasi awal sistem sertifikasi terbaru tersebut. Kawasan ini meraih peringkat Platinum dengan total 50 poin melalui penilaian terhadap sejumlah kategori, meliputi tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, pengelolaan material dan sumber daya, kesehatan serta kenyamanan dalam ruang, hingga manajemen lingkungan bangunan. Skema ini mendorong pengembangan rumah yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan air, sekaligus mendukung kualitas ruang hidup penghuni melalui pendekatan desain dan pengelolaan yang lebih terukur.

Tags:

Artikel Terkait