Lokasi: Gaya Hidup >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Gaya Hidup498 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/w87objbrq.html
Artikel Terkait
Jorge Jesus Sesumbar: Al Hilal Bangun, Al Nassr Tak Takut
Gaya HidupCristiano Ronaldo dan kawan-kawan di Al Nassr berpotensi mengunci gelar juara jika laga melawan Al Hilal berakhir imbang, sehingga mereka bisa memastikan trofi di pertandingan terakhir melawan Damac. Jorge Jesus menegaskan dirinya sama sekali tidak takut menghadapi laga besar yang bisa menentukan nasib gelar juara musim ini....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Gaya HidupTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Gaya HidupAnak yang tampak ceria dan lincah sering dianggap sehat, namun para ahli mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menandakan anak bebas dari masalah gizi. Masalah gizi pada anak dinilai masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan kerap terlambat disadari oleh orang tua....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Bhayangkara Presisi Lolos Final AVC Champions 2026
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Global Sumud Nusantara dan Flotilla Ditangkap Israel
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Tautan Sahabat
- WALHI dan Trend Asia Bantah Dana Asing Pengaruhi Penolakan UU KPK
- 2 Jurnalis Republika Ditahan Tentara Israel di Gaza
- Noel Ebenezer Nilai Tuntutan 5 Tahun Penjara Dipaksakan
- Harta Nadiem Tak Wajar, Jaksa Tuntut Uang Pengganti
- 50 Ucapan Ultah Romantis & Lucu untuk Pacar
- Lelang Harley Davidson Rajo Emirsyah Capai Rp87 Juta
- Jurnalis Republika Kirim Video SOS Sebelum Ditangkap Israel
- Wakil Ketua DPR Ingatkan Homeless Media Patuhi Kode Etik
- Pemerintah Bergerak Bebaskan WNI Usai Kapal Disergap Israel
- Pemberi Suap Ombudsman Dijemput Paksa Kaget Ditangkap