Lokasi: Otomotif >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Otomotif67 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/uivr059ui.html
Artikel Terkait
Stevan Pasaribu Curhat Kesepian Lewat Lagu Lama
OtomotifStevan Pasaribu merilis lagu baru berjudul "Lama Tak Bermalam Minggu" yang mengisahkan kesibukan pekerjaan membuat seseorang tetap menyimpan perasaan sepi. Stevan mengatakan lagu tersebut menjadi potret kehidupan banyak orang dewasa masa kini yang tenggelam dalam rutinitas pekerjaan namun diam-diam menyimpan rasa sepi....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
OtomotifAnak yang tampak ceria dan lincah sering dianggap sehat, namun para ahli mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menandakan anak bebas dari masalah gizi. Masalah gizi pada anak dinilai masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan kerap terlambat disadari oleh orang tua....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaFood Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
OtomotifOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- IHSG Ambrol 4,26 Persen ke 6.436, 719 Saham Rontok
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Persis Solo di Ujung Tanduk: 2 Skenario Selamat dari Degradasi
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Artikel Terbaru
Ahmad Dhani Sebut Laporan Lita Gading Naik Sidik
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Tautan Sahabat
- TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini
- Mentan Amran Titip Harga Minyak Goreng Stabil Jelang Iduladha
- Likuiditas Bank Kuat, Kredit Konsumsi dan UMKM Melambat
- Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat
- Darmadi PDIP Dorong Revisi PMSE Demi Seller Lokal
- Koperasi Diajak Garap Pasar Luar Negeri Lewat Jejaring Global
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
- BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Promo KPR, KKB, Cashback
- Prabowo: Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
- Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka