Lokasi: Otomotif >>
Kemenag Buka Beasiswa Doktor Kajian Keagamaan 2026
Otomotif8563 Dilihat
RingkasanProgram Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri resmi diluncurkan melalui kerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta. Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal serta mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kemenag-Buka-Beasiswa-Program-Doktor-Kajian-Keagamaan-2026.jpg)
Program Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri resmi diluncurkan melalui kerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta. Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal serta mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner.
Ruchman, selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), menyatakan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan peneliti dan akademisi yang mampu mengembangkan peran agama dalam menjawab isu strategis global. Pendekatan interdisipliner mendorong peserta menghasilkan riset orisinal dengan metodologi mutakhir yang relevan dengan tantangan dunia seperti perdamaian, keadilan sosial, dan keberlanjutan. "Kami ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu membawa perspektif lokal ke panggung global, terutama dalam membangun narasi keagamaan yang moderat dan solutif," ungkap Ruchman.
ICRS merupakan kolaborasi tiga perguruan tinggi ternama di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Peserta yang lolos seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit dapat memilih program studi seperti Kajian Agama dan Lintas Agama, Studi Perdamaian dan Konflik, serta Pembangunan Berkelanjutan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/uhfdcbl9w.html
Artikel Terkait
Baterai Maju Tapi Konsumsi Daya Masih Boros
OtomotifTeknologi pengisian daya atau charging berkembang sangat pesat pada tahun 2026, di mana fast charging kini semakin cepat, wireless charging makin stabil, dan kapasitas baterai meningkat signifikan. Dalam laporan yang dipublikasikan pada 14 Mei 2026, CNET mengungkap bahwa persoalan utama bukan lagi pada kecepatan semata, melainkan faktor lain yang memengaruhi performa pengisian daya secara keseluruhan....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaPelemahan Rupiah Dorong Swasembada Pangan dan Energi
OtomotifPemerintah diminta segera menyiapkan langkah moneter dan fiskal secara bersamaan agar gejolak kurs tidak berdampak lebih luas terhadap perekonomian nasional. "Kita harus menyikapi perkembangan ekonomi ini dengan tenang, seksama, dan bijak, baik dari sisi moneter maupun fiskal," kata Abdul Rahman kepada wartawan, Rabu (13/5/2026)....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaArsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
OtomotifAryo menyayangkan industri timah Indonesia yang sudah berusia 150 tahun belum memiliki pusat riset timah sendiri. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam forum Met Connex 2026 di JCC Jakarta pada Selasa (12/5/2026)....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
- Agen BRILink BUMDes Kemudo Jaga Dompet Warga dan Cegah Penipuan
- BWS Edukasi Generasi Muda Semarang soal Menabung Bijak
- Aktivitas Ekonomi Warga Lesu Imbas Industri Nikel Melambat
- Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate Juli 2025
- Strategi Jakarta Candle Naik Kelas Lewat Inkubasi BRI
Artikel Terbaru
Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Prabowo Panggil Gubernur BI, CEO Danantara, Menkeu Bahas Rupiah
Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
Red Flag MotoGP Catalunya: Kecelakaan Horor Marquez-Acosta
Junanto Herdiawan Resmi Pimpin BI Jabar Genjot Ekonomi Baru
Tautan Sahabat
- WIKA Tunjuk Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen
- Bank Indonesia Dinilai Kehilangan Trust Akibat Rupiah dan IHSG Anjlok
- Pemerintah Kumpulkan Raksasa Sawit-Nikel Bahas Danantara
- PaDi Dioptimalkan, BUMN Perkebunan Perkuat Ekosistem UMKM
- Prabowo Wajibkan Ekspor SDA Lewat BUMN, Terbitkan PP
- Indonesia-Belarus Perkuat Hubungan Ekonomi dan Perdagangan
- DPR Soroti Kenaikan Komisi Marketplace Bebani UMKM
- DPR Desak Proyek Double Track Dipercepat Tanpa Tunggu KNKT
- Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah TPA Jadi Energi
- Minyak Iran Rp 900 Miliar Laku di BPA Fair