Lokasi: Berita >>
KKP Buka PENTARU 2026, Ini Daftar Sekolah dan Syarat
Berita14 Dilihat
RingkasanKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan Penerimaan Peserta Didik (Pentaru) 2026 pada Selasa (12/5) di Kantor Pusat KKP. Peluncuran program ini dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KKP-Resmi-Buka-PENTARU-2026.jpg)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan Penerimaan Peserta Didik (Pentaru) 2026 pada Selasa (12/5) di Kantor Pusat KKP. Peluncuran program ini dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan.
KKP merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengelola sektor kelautan dan perikanan Indonesia, termasuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang tersebut. Terdapat beberapa jalur penerimaan, mulai dari jalur khusus hingga jalur umum dan mandiri, dengan fokus utama pada anak pelaku usaha dan pendukung sektor kelautan dan perikanan. Adapun kuota penerimaan dibagi berdasarkan jalur pendidikan, termasuk skema 100 persen jalur khusus pada satuan tertentu serta 80 persen umum dan 20 persen jalur khusus di unit PK-BLU, dikutip dari Instagram resmi KKP.
Dalam sambutannya, Nyoman Radiarta menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan sangat bergantung pada kualitas SDM. Menurutnya, transformasi menuju sektor yang maju dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi unggul, adaptif, dan berintegritas. “Melalui Pentaru 2026, kita tidak hanya membuka proses penerimaan peserta didik, tetapi juga menyiapkan generasi baru pelaku utama sektor kelautan dan perikanan yang akan menjadi penggerak utama ekonomi biru di masa depan. Para peserta didik yang akan bergabung adalah calon-calon profesional yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta membawa inovasi bagi kemajuan sektor ini,” ujarnya.
KKP memiliki sejumlah kampus vokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) di beberapa daerah, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (Akom KP), serta Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM). Kampus-kampus ini menjadi pusat pendidikan tinggi vokasi yang menyiapkan tenaga ahli di bidang teknologi kelautan, perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, hingga manajemen usaha perikanan modern.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/u4ith1xdc.html
Artikel Terkait
Instagram Rombak Tampilan Aplikasi iPad Mirip iPhone
BeritaInstagram mengubah tampilan aplikasi iPad agar lebih mirip dengan pengalaman penggunaan di iPhone, setelah desain sebelumnya yang menonjolkan konten Reels mendapat respons negatif dari sebagian pengguna. Informasi tersebut dilaporkan oleh 9to5Mac dalam artikel yang dipublikasikan pada 8 Mei 2026....
【Berita】
Baca SelengkapnyaIndonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
BeritaIndonesia mengecam keras kelumpuhan sistem multilateral global yang dinilai sudah tidak bertaji dan justru menjadi korban pelanggaran oleh negara-negara berpengaruh. Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, menyampaikan kritik tajam tersebut dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaAturan Baru Cina Cegah Perusahaan Barat Lepas Ketergantungan
BeritaCina memblokir akuisisi senilai USD2 miliar (Rp34 triliun) dari Meta atas perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Manus bulan lalu, mengirimkan sinyal tegas bahwa intervensi pemerintah Cina tetap berlaku meskipun kesepakatan disusun di luar perbatasan negara tersebut. Kantor pusat Manus di Singapura berakar kuat di Cina, sehingga Beijing memandang perusahaan itu sebagai aset strategis dalam persaingan AI global dan memblokir kesepakatan dengan alasan keamanan nasional....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 10 Besar BWF Stabil, Alwi Farhan Naik Ranking Thailand Open
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
- PBB Bongkar Rencana Israel Rampas Palestina
- Iran Akui Ekonomi Lumpuh Akibat Perang, Infrastruktur Hancur
- Persaingan Degradasi Liga Spanyol Makin Panas, Sevilla Terancam
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
Artikel Terbaru
Israel Bangun Markas IDF di Bekas Kantor PBB Yerusalem
Wabah Hantavirus MV Hondius: 22 Awak Karantina di Inggris
RI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB
Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
Farhan Halim Comeback, Doni Haryono Bersinar, Fahreza Absen
Forum BRICS India Jadi Panggung RI Pertegas Peran Aktif
Tautan Sahabat
- 13 Negara Terdampak Hantavirus Kapal Pesiar, F-35 Kirim SOS
- Putin Sambut Santai Menlu China, Rusia Tetap Teman Lama
- China Gelar Jamuan Mewah untuk Donald Trump
- Operasi Udara Israel Targetkan Pemimpin Tertinggi Hamas
- Bea Cukai Buka 8 Poin Soal Pemeriksaan Kartu Pokemon
- Dokter Salah Diagnosis Hantavirus, Penumpang Kapal Kritis
- Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
- Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
- Senator Filipina Kabur ke Senat Usai Surat Penangkapan ICC
- Pasukan Israel Tangkap Sembilan WNI di Kapal Flotilla Gaza