Lokasi: Travel >>

RI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB

Travel5 Dilihat

RingkasanIndonesia melontarkan kritik tajam terhadap sistem multilateral global yang dinilai lumpuh dan tidak lagi efektif karena negara-negara berpengaruh justru melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Kritik keras ini disampaikan Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026)....

RI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB

Indonesia melontarkan kritik tajam terhadap sistem multilateral global yang dinilai lumpuh dan tidak lagi efektif karena negara-negara berpengaruh justru melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Kritik keras ini disampaikan Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral,Tri Tharyat, dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026). Menurut Tri Tharyat, ketidakberdayaan sistem internasional saat ini telah menempatkan negara-negara berkembang sebagai korban utama.

"Aturan-aturan yang dimaksudkan untuk membatasi kekuasaan justru dilanggar oleh mereka yang membuatnya. Lembaga-lembaga multilateral yang kita andalkan tidak lagi mampu mengimbangi dunia yang seharusnya mereka pimpin," ujar Tri Tharyat. Ia juga menegaskan bahwa arsitektur global peninggalan tahun 1945 sudah usang dan tidak relevan dengan tantangan di tahun 2026. "Arsitektur yang dirancang pada tahun 1945 tidak dapat menjawab tuntutan tahun 2026," imbuhnya.

Menyikapi maraknya konflik dan pelanggaran hukum internasional yang berujung pada krisis kemanusiaan, Indonesia menegaskan bahwa masa impunitas telah berakhir. "Menegakkan hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam PBB, harus dilakukan secara konsisten dan tidak memihak," tegas Tri Tharyat. Ia memperingatkan bahwa sistem perdagangan berbasis aturan akan kehilangan kredibilitasnya jika tindakan sepihak dan bilateralisme berbasis kekuasaan terus mendominasi. "Lembaga harus melayani kepentingan semua, bukan keinginan segelintir orang," pungkasnya.

Tags:

Artikel Terkait