Lokasi: Travel >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Travel18 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tryweix53.html
Artikel Terkait
WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Kesehatan Global
TravelWHO menyatakan wabah Ebola di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo bagian timur, tidak memenuhi kriteria darurat pandemi meskipun mencatat sekitar 246 kasus suspek dan 80 kematian. WHO memperingatkan potensi wabah menjadi "jauh lebih besar" dari yang terdeteksi saat ini dengan risiko penyebaran lokal dan regional yang berdampak signifikan....
【Travel】
Baca SelengkapnyaJurnalis dan Aktivis Indonesia Difoto Sebelum Ditangkap Israel
TravelMiliter Israel menangkap tiga warga negara Indonesia saat mereka menjalankan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2. 0 di perairan Mediterania Timur, dekat Siprus....
【Travel】
Baca Selengkapnya30 Link Banner Idul Adha 2026 Siap Edit
TravelSholat Idul Adha 1447 Hijriah dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026 setelah matahari terbit sebagai bagian penting dari rangkaian Hari Raya Idul Adha. Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan tanggal tersebut melalui Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H setelah proses pemantauan hilal....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Apple Hadirkan Iklan di Apple Maps, Privasi Tetap Terjaga
- Klaim JHT dan JKP Melonjak, PDIP Peringatkan Dana BPJS
- Nadiem Makarim Tahanan Rumah, Dipasang Gelang Deteksi
- PBNU Diminta Rangkul Semua Kader Potensial Jelang Muktamar
- Evo Morales Terancam Ditangkap Usai Mangkir Sidang
- Idul Adha 27 Mei 2026, Menag Imbau Umat Muslim
Artikel Terbaru
Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
Komnas HAM dan Polisi Selidiki Pencabulan Santri Pati
MK Soroti QR Code Produk Makanan Tidak Aktif
Rupiah Tembus Rp 17.845, DPR Cecar Gubernur BI
Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro soal Gelar Palsu
Tautan Sahabat
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud