Lokasi: Properti >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Properti5188 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ti28m2edw.html
Artikel Terkait
Napoli Ikuti Jejak AC Milan, Tunda Amankan Tiket Liga Champions
PropertiNapoli mengamankan tiket Liga Champions setelah mengalahkan Atalanta dengan skor 2-0 di Stadion Diego Armando Maradona, Naples. Federico Bernardeschi (9') lebih dulu mencetak gol, yang kemudian digandakan via penalti Riccardo Orsolini (34')....
【Properti】
Baca SelengkapnyaKemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
PropertiPemerintah menyiagakan puluhan rumah sakit rujukan dan memperketat pengawasan di pintu masuk negara untuk mendeteksi dini masuknya varian virus berbahaya. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengungkapkan pemerintah telah membangun sistem deteksi yang tersebar di berbagai wilayah strategis sebagai bagian dari sistem ketahanan kesehatan nasional yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir....
【Properti】
Baca SelengkapnyaWHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
PropertiWabah virus Hanta yang langka dan mematikan terjadi di sebuah kapal pesiar yang berlayar melintasi Atlantik Selatan, memicu respons darurat kesehatan global yang melibatkan 12 negara. Laporan dari The Times of India pada Selasa (12/5/2026) menyebutkan wabah bermula dari beberapa penumpang yang mengalami demam dan gangguan pernapasan selama pelayaran, namun kondisi sejumlah pasien memburuk dengan cepat hingga menyebabkan kematian....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Xi Jinping Sajikan Bebek Panggang dan Bakpao Babi untuk Trump
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Artikel Terbaru
Dhinda Hadapi Ratchanok Usai Lolos Malaysia Masters
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Elite Bisnis AS Ikut Trump Temui Xi Jinping
Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Tautan Sahabat
- Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan
- Okupansi Perkantoran Segitiga Emas Jakarta Tembus 72 Persen
- Pemerintah Daerah Perkuat Infrastruktur Digital Lawan Serangan Siber
- Jasa Raharja Libatkan Driver Online Percepat Lapor Laka
- Bahlil: Aturan Ekspor Satu Pintu Tak untuk Hulu Migas
- Usia Pesawat Bukan Satu-satunya Penentu Keandalan Penerbangan
- Hilirisasi Tebu Targetkan Indonesia Mandiri Gula
- Kemenperin dan LPEI Dorong Ekspor Rendang Payakumbuh
- Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
- Ketua Komisi XI DPR Desak BI Stabilkan Rupiah Segera