Lokasi: Olahraga >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Olahraga19469 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/t5so4phft.html
Artikel Terkait
Kiandra Ramadhipa Peringkat 3 Klasemen Red Bull Rookies Cup
OlahragaKiandra kini menempati posisi ketiga klasemen Red Bull Rookies Cup 2026 dengan koleksi 50 poin setelah menambah 16 poin dari dua balapan di Le Mans. Kiandra terpaut 24 poin dari pemuncak klasemen, Benat Fernandez, yang mengoleksi 74 poin....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaHipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
OlahragaPeningkatan kasus penyakit jantung pada anak muda menjadi alarm serius bagi Indonesia. Para ahli medis mengungkapkan lonjakan ini berkaitan erat dengan buruknya pola hidup masyarakat modern saat ini....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
OlahragaMalaria Plasmodium knowlesi menjadi perhatian serius di Asia Tenggara, termasuk Indonesia (seperti di Aceh Jaya) dan Malaysia, karena tingkat penularannya yang sangat cepat. Parasit ini merupakan jenis malaria zoonosis yang ditularkan secara alami dari hewan ke manusia....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Arab Saudi Siaga Penuh, Fasilitas Jamarat Haji 2026 Dirombak
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- DM Instagram Tak Terenkripsi, Privasi Pengguna Dipertanyakan
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Artikel Terbaru
Pembekalan LPDP untuk TNI: Relevan bagi Akademik?
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Tautan Sahabat
- IBC Sebut Mobil Nasional Wujud Hilirisasi EV End to End
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- Omo X Suspensi Double Wishbone Nyaman di Jalan Rusak
- Wuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
- BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
- Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
- Enam Karoseri Pamer Bus Double Decker, Listrik, Sleeper
- Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
- BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
- Honda Patenkan Teknologi Motor Trail Listrik Baru