Lokasi: Gaya Hidup >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Gaya Hidup7393 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/sz8wz5sjt.html
Artikel Terkait
Keadilan Tuntutan Berat Nadiem Makarim Dibahas 18 Mei
Gaya HidupNadiem Makarim dituntut membayar denda Rp1 miliar atau subsider 190 hari penjara serta uang pengganti Rp809 miliar dan Rp4,87 triliun atau subsider sembilan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Jaksa menilai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu terbukti melawan hukum, memperkaya diri sendiri dan orang lain, serta mengakibatkan kerugian negara....
Baca SelengkapnyaBPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Gaya HidupBPOM mengambil langkah kehati-hatian dalam merespons usulan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mendorong pelarangan total vape di Indonesia. Sikap ini diambil setelah ditemukannya penyalahgunaan catridge vape sebagai alat konsumsi narkotika, namun BPOM menegaskan bahwa penyalahgunaan tersebut tidak ditemukan pada produk berpita cukai di toko-toko resmi, melainkan pada produk ilegal tanpa pita cukai....
Baca SelengkapnyaHantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Gaya HidupHantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Rio Yansen Cikutra, menjelaskan penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus atau sarangnya, menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut, hingga gigitan tikus....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Lita Gading Kekeh Tak Bersalah Usai Diperiksa Ahmad Dhani
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Pep Guardiola Realistis soal Gelar Liga Inggris
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Artikel Terbaru
Kamelia Fokus Keadilan Ammar Zoni, Tunda Rencana Nikah
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Tautan Sahabat
- Pinkan Mambo Ratusan Kali Minta Cerai, Akhirnya Balikan
- Ibu Bastian Steel Menangis, Sitha Marino Ingin Tinggal Berdua
- Inara Rusli Kena Sentil Wardatina Mawa soal Rekaman CCTV
- Calvin Dores Jual Mata demi Masa Depan Anak
- Ayu Aulia Tulis Kalimat Bijak Usai Dihujat Pengakuan Hubungan Pejabat R
- Kapal Jurnalis Indonesia Dicegat Israel, Chiki Fawzi Ceritakan Detik-Detik
- Polisi Buka Suara Soal Model Dibegal di Kebon Jeruk
- Dede Sunandar Talak Istri Lewat Telepon, Karen Hertatum Syok
- Ashanty Akui Mudah Menangis Jelang Ibadah Haji
- Syifa Hadju Sebut Soleil Bayi Tercantik yang Pernah Dilihat