Lokasi: Teknologi >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 155 Kurikulum Merdeka
Teknologi6213 Dilihat
RingkasanSebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-10.jpg)
Sebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit. Dari data tersebut, guru menyimpulkan kondisi kebugaran Andika sedang tidak baik dan menyarankannya untuk beristirahat. Dalam kondisi bugar, Andika dikenal sebagai anak periang yang suka bergaul dan aktif dalam aktivitas fisik seperti pelajaran olahraga.
Soal tersebut merupakan bagian dari latihan mengisi titik-titik dalam paragraf dengan isian kata yang sesuai dari kotak jawaban. Data denyut nadi Andika yang rendah menunjukkan kebugarannya sedang menurun, sehingga ia perlu pemulihan. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan Andika saat sehat mencakup interaksi sosial dan partisipasi dalam pelajaran olahraga.
Latihan ini mengajarkan siswa untuk menghubungkan data medis sederhana dengan kondisi kebugaran seseorang. Hasil pengukuran denyut nadi Andika menjadi indikator utama dalam menentukan saran istirahat dari guru. Pemahaman tentang denyut nadi normal dan faktor yang memengaruhinya penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/sqf4gp9ei.html
Artikel Terkait
Pemain Persib Selamat, Kini Bersiap Angkat Piala
TeknologiSituasi stadion memanas sesaat setelah Persib memastikan keunggulan 1-2 atas tuan rumah melalui gol telat Julio Cesar pada masa injury time. Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang, sejumlah suporter tuan rumah terlihat menyalakan flare di tribun....
Baca SelengkapnyaWHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
TeknologiOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global setelah dugaan kasus wabah misterius menembus angka 500 dengan 130 kematian per Selasa (19/5/2026). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui keputusan ini diambil tanpa melalui sidang komite darurat resmi karena kecepatan dan skala epidemi yang mengkhawatirkan....
Baca SelengkapnyaIDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
TeknologiIDAI menilai kebijakan distribusi susu formula secara massal tanpa indikasi medis berpotensi bertentangan dengan rekomendasi kesehatan global, regulasi nasional, hingga prinsip perlindungan ASI eksklusif. Bagi masyarakat awam, isu ini bukan hanya soal pilihan susu untuk anak, melainkan berkaitan langsung dengan hak bayi mendapatkan ASI, risiko kesehatan jangka panjang, hingga arah kebijakan gizi nasional Indonesia ke depan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Persib Wajib Waspada, Persijap Siap Rusak Pesta Juara
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Demo Massa Desak Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Mundur
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
Artikel Terbaru
Terjemahan Lirik All Too Well Taylor Swift: Lost in Translation
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
Rumah Bersejarah dr Sardjito di Yogya Dilego ke Pengembang
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Tautan Sahabat
- Jasa Marga Berlakukan Contraflow Tol Japek Saat Libur Panjang
- Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025
- SAPA UMKM Resmi Diluncurkan, Fasilitasi Pembiayaan Pengusaha Kecil
- WN Australia Luke Thomas Ditunjuk Jadi Dirut BUMN DSI
- Tas UMKM Tanggulangin Sidoarjo Tembus Ritel Modern
- Panen Raya Jagung 21,1 Hektare di Kalbar Dukung Ketahanan Pangan
- BTN Salurkan KPR Hampir Rp3 Triliun Perkuat Ekosistem Perumahan
- BTN Cetak Laba Rp1,16 Triliun, Tumbuh 55,8 Persen
- IHSG Anjlok 2 Persen Lebih, Tinggalkan Level 6.600
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas