Lokasi: Berita >>
KKP Buka PENTARU 2026, Ini Daftar Sekolah dan Syarat
Berita5251 Dilihat
RingkasanKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan Penerimaan Peserta Didik (Pentaru) 2026 pada Selasa (12/5) di Kantor Pusat KKP. Peluncuran program ini dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KKP-Resmi-Buka-PENTARU-2026.jpg)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan Penerimaan Peserta Didik (Pentaru) 2026 pada Selasa (12/5) di Kantor Pusat KKP. Peluncuran program ini dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan.
KKP merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengelola sektor kelautan dan perikanan Indonesia, termasuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang tersebut. Terdapat beberapa jalur penerimaan, mulai dari jalur khusus hingga jalur umum dan mandiri, dengan fokus utama pada anak pelaku usaha dan pendukung sektor kelautan dan perikanan. Adapun kuota penerimaan dibagi berdasarkan jalur pendidikan, termasuk skema 100 persen jalur khusus pada satuan tertentu serta 80 persen umum dan 20 persen jalur khusus di unit PK-BLU, dikutip dari Instagram resmi KKP.
Dalam sambutannya, Nyoman Radiarta menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan sangat bergantung pada kualitas SDM. Menurutnya, transformasi menuju sektor yang maju dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi unggul, adaptif, dan berintegritas. “Melalui Pentaru 2026, kita tidak hanya membuka proses penerimaan peserta didik, tetapi juga menyiapkan generasi baru pelaku utama sektor kelautan dan perikanan yang akan menjadi penggerak utama ekonomi biru di masa depan. Para peserta didik yang akan bergabung adalah calon-calon profesional yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta membawa inovasi bagi kemajuan sektor ini,” ujarnya.
KKP memiliki sejumlah kampus vokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) di beberapa daerah, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (Akom KP), serta Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM). Kampus-kampus ini menjadi pusat pendidikan tinggi vokasi yang menyiapkan tenaga ahli di bidang teknologi kelautan, perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, hingga manajemen usaha perikanan modern.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/splb04j3f.html
Artikel Terkait
Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
BeritaKapal pesiar yang membawa ratusan penumpang dan kru dari berbagai negara berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026, namun tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar wabah misterius. Peristiwa ini memicu kekhawatiran global, terutama setelah para penumpang dari 12 negara turun di St....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPenembakan Masjid San Diego Diselidiki Motif Kebencian
BeritaTiga warga sipil tewas dalam insiden penembakan di kompleks Sekolah Abundant Life Christian School, Madison, Wisconsin, pada Senin (18/5/2026) waktu setempat. Kepala Polisi Madison, Shon Barnes, mengungkapkan bahwa petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11....
【Berita】
Baca SelengkapnyaChina Ungguli AS dalam Jumlah Mitra Dagang Global
BeritaDalam persaingan memperluas jaringan mitra dagang ke berbagai kawasan seperti Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin, muncul pertanyaan besar mengenai negara mana yang lebih dominan menjalin hubungan perdagangan global di tengah ketegangan geopolitik dan perang tarif. Mengutip data Direction of Trade Statistics dari Dana Moneter Internasional (IMF), kebangkitan perdagangan global setelah berakhirnya Perang Dingin menunjukkan demokrasi liberal dan pasar terbuka berkembang di banyak bekas negara blok Soviet, sementara pusat perdagangan global masih bertumpu pada pasar konsumen AS....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Megawati Hangestri Samar di Deretan Pemain Asing Liga Voli Korea
- Visa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
- Wali Kota Arcadia Mengaku Bersalah sebagai Agen China
- Indonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
- Iran Kirim Pesan Keras ke AS di BRICS: Siap Perang dan Diplomasi
- Pembekalan LPDP untuk TNI: Relevan bagi Akademik?
Artikel Terbaru
Bhayangkara Presisi Lolos ke Semifinal AVC Champions 2026
Inggris Pasang Sistem Anti-Drone Baru di Jet Tempur Typhoon
Kebakaran Hutan Landa Afrika-Asia, El Nino Perparah Bencana
Wali Kota Arcadia Mengaku Bersalah sebagai Agen China
Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
Peretas Susupi Sistem Bahan Bakar AS, Iran Didalangi
Tautan Sahabat
- Jakarta Targetkan 100 Persen Air Bersih pada 2029
- Pencuri Rumah Kosong di Pamulang Tangsel Diringkus Polisi
- Begal Palmerah Lukai Korban, Pelaku Residivis Positif Narkoba
- Pelaku Jambret WN Polandia di Menteng Ditangkap, Damai
- Monas Diserbu Ribuan Pengunjung saat Libur Long Weekend
- BMKG: Cerah di Jakarta, Hujan di Bogor dan Bekasi
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
- Brimob Bersenjata Jaga Markas Judi Online Hayam Wuruk
- Penumpang Motor Tewas Terlindas Truk Kabur di Depok
- Polisi Bekasi Tangkap Pengedar, Sita Ratusan Hexymer dan Tramadol