Lokasi: Kesehatan >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kesehatan75188 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/rzdfrin2l.html
Artikel Terkait
Kapal Perang Termahal AS Tinggalkan Konflik Iran
KesehatanAngkatan Laut Amerika Serikat memulangkan kapal induk terbesarnya, USS Gerald R. Ford, dari Timur Tengah di tengah konflik Iran yang masih belum mereda sejak Februari lalu....
Baca SelengkapnyaMinyakita Lenyap dari Pasar Minggu, Pedagang Lebih Baik Tutup
KesehatanMinyakita menghilang dari pasar tradisional di Jakarta sejak satu bulan terakhir, berdasarkan pantauan Tribunnews di lokasi pada Kamis (14/5/2026). Seluruh toko sembako tidak menjajakan kemasan Minyakita sama sekali, dan pedagang hanya mendisplay minyak goreng merek lain bersama kebutuhan pokok seperti beras, kecap, dan kacang-kacangan....
Baca SelengkapnyaESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
KesehatanPraktik keberlanjutan di sektor pertambangan Indonesia dinilai masih setengah hati karena hanya berfokus pada emisi operasional, tanpa menyentuh rantai pasok hingga dampak sosial di sekitar area tambang. Isu krusial ini mengemuka dalam workshop media bertajuk "Mengawal ESG dan Transisi Energi di Sektor Pertambangan" yang digelar Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI) dan Katadata Green di Jakarta, Rabu (13/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Al Nassr vs Al Hilal: Taruhan Gelar Cristiano Ronaldo
- Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor
- Rupiah Merosot, Legislator PAN Minta Perry Warjiyo Mundur
- Purbaya: Harga Minyak Sulit Turun, Pemerintah Beri Insentif EV
- Gregoria Mariska Belum Pensiun Usai Jadi Penyelamat di Olimpiade
- IHSG Ambrol 4,26 Persen ke 6.436, 719 Saham Rontok
Artikel Terbaru
Trump Tunda Serang Iran Atas Permintaan Qatar, Saudi, UEA
Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
Junanto Herdiawan Resmi Pimpin BI Jabar Genjot Ekonomi Baru
Sistem Digital Pantau Penebusan Pupuk Subsidi Hingga Titik Serah
Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
Tautan Sahabat
- Cak Imin Laporkan 1001 Pasar Rakyat dan SMK ke Prabowo
- Agenda Jokowi Keliling Indonesia, Yunarto Sebut Untungkan PSI
- Menkomdigi: 3,4 Juta Situs Judi Diblokir, Dana Turun 30 Persen
- Kemenag: Awal Zulhijah 1447 H Jatuh 18 Mei 2026
- Prakiraan Cuaca 19-25 Mei 2026: Gelombang Atmosfer Pengaruhi Hujan
- Komnas HAM dan Polisi Selidiki Pencabulan Santri Pati
- Demokrat Terima Delegasi PAP, Bahas Peran Politik Wanita
- Masyarakat Diajak Salurkan Kurban Tepat Sasaran di 3T
- 22 Universitas Swasta Terbaik Surabaya Versi EduRank 2026
- Kakorlantas: Arus Libur Panjang Lancar, Kecelakaan Minim