Lokasi: Teknologi >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Teknologi24 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/rrm0pv2ab.html
Artikel Terkait
Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170, Ini Harganya
TeknologiGarmin resmi meluncurkan dua smartwatch terbaru, yaitu Forerunner 70 dan Forerunner 170 pada 12 Mei 2026 melalui situs resmi perusahaan. Kedua perangkat ini sama-sama mengusung layar AMOLED 1,2 inci dengan layar sentuh responsif serta desain lima tombol fisik khas Garmin....
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
TeknologiDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
TeknologiTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 19 Terkait Koalisi Saudi
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- 4 Jalur Mandiri UPN Veteran Jatim 2026 dan Jadwalnya
- 5 Kampus Impian Pelajar Masuk Daftar Terbaik Dunia
- Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD Halaman 167 Sifat Bunyi
- Jalur Mandiri UIN Bandung 2026 Dibuka, Cek Syaratnya
- Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD Halaman 30: Asal-Usul Keluarga
- Prapendaftaran SPMB Jakarta 2026: Link Download Surat
- SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
- Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 155 Kurikulum Merdeka
- Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 191
- 65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dan Kunci Jawaban