Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan1498 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/rmrr214vr.html
Artikel Terkait
Lamine Yamal Bidik Piala Dunia 2026 Bersama Spanyol
KesehatanLamine Yamal, wonderkid kelahiran 13 Juli 2007, memiliki peluang besar untuk menembus skuad final Piala Dunia 2026. Performa impresif Yamal dalam beberapa musim terakhir membuat prediksi tersebut sangat realistis....
Baca SelengkapnyaWHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
KesehatanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global setelah dugaan kasus wabah misterius menembus angka 500 dengan 130 kematian per Selasa (19/5/2026). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui keputusan ini diambil tanpa melalui sidang komite darurat resmi karena kecepatan dan skala epidemi yang mengkhawatirkan....
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
KesehatanDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar SEKIP Ndarboy Genk: Restu Orang Tua
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
4 Pelaku Ditangkap, 2 Buron dalam Pengeroyokan Buruh Sukabumi
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Tautan Sahabat
- Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
- Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
- Deus Touring Bali Satukan Ide Kreatif Berserakan
- Toyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik
- Mobil Operasional Menggerus Arus Kas, Ini Solusinya
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Mobil Bekas
- Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
- Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid