Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita41 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/rb7btnpcc.html
Artikel Terkait
Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
BeritaCipto Waluyo melaporkan atap ruang kelas 7 di sekolahnya roboh pada Selasa (12/5/2026) pukul 07. 30 WIB saat siswa mengikuti pelajaran Bahasa Inggris....
【Berita】
Baca SelengkapnyaAS Habiskan 300 Rudal Lindungi Israel dari Serangan Iran
BeritaLebih dari 100 rudal pencegat jenis SM-3 dan SM-6 diluncurkan kapal-kapal perang AS di Laut Mediterania timur untuk menghadang serangan Iran. Laporan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kesiapan militer AS di kawasan Asia Timur....
【Berita】
Baca SelengkapnyaAnsarallah Curiga Trump Tolak Respons Iran Usai Telepon Netanyahu
BeritaPresiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal negosiasi nuklir yang disampaikan melalui mediator Pakistan. Penolakan itu terjadi setelah Trump melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Komisi III DPR Nilai Laporan Erin Tak Tepat
- Penahanan Jurnalis Slamet Ariyadi oleh Israel Ancam Kebebasan Pers
- PM Israel Kecam Ben-Gvir yang Ejek Aktivis
- Omar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga
- Kunci Gitar Senyum dari Matahari Idgitaf Dicintai
- Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
Artikel Terbaru
Helikopter TNI Siap Evakuasi 8 Korban Pembunuhan OPM di Yahukimo
Jurnalis RI Disetrum dan Diinjak Tentara Israel
AS Boroskan 200 Rudal THAAD untuk Lindungi Israel
Trump Yakin Perang AS-Iran Segera Berakhir dengan Kemenangan
Ibunda Virgoun Tanggapi Kehamilan Lindi Fitriyana
Visa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
Tautan Sahabat
- Rupiah Melemah, Ekspor Tambang Untung, Biaya Logistik Naik
- Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
- PGN Siapkan Infrastruktur untuk Kembangkan Blue Ammonia
- Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Gas untuk Pupuk Nasional
- Dolar Tembus Rp 17.701, Harga Energi Melonjak
- SIAL Interfood 2026 Digelar di Jakarta Perkuat Daya Saing RI
- Danantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
- Prabowo Targetkan Pendapatan Negara 12,40 Persen PDB 2027
- Trading Smartphone Jadi Tren Baru di Asia Tenggara
- Emping Melinjo Koncone Ngemil, UMKM Solo Bangkit dari Krisis