Lokasi: Olahraga >>
Politeknik Transportasi Darat STTD Buka Jalur Mandiri 2024
Olahraga31984 Dilihat
RingkasanPoliteknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Politeknik-Transportasi-Darat-Indonesia-STTD-34563443.jpg)
Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali.
Tersedia berbagai pilihan jurusan di bidang transportasi darat, logistik, perkeretaapian, hingga pelayaran yang dapat dipilih sesuai minat dan rencana karier peserta. Setiap calon peserta dapat memilih maksimal tiga program studi dari seluruh pilihan yang tersedia di ketiga kampus tersebut. Tahap seleksi meliputi seleksi administrasi, nilai akademik, hingga tes kesehatan dan kebugaran.
Mengutip website resmi PTDI-STTD, informasi lengkap mengenai jadwal, syarat, dan tata cara pendaftaran dapat diakses langsung melalui portal SIPENCATAR. Program ini memberikan kesempatan luas bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan karier di sektor transportasi nasional.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/qdbn2xa6c.html
Artikel Terkait
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
OlahragaBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaRusia Hujani Ukraina dengan 3.170 Drone dalam Sepekan
OlahragaPresiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui akun Telegram pada 17 Mei menyampaikan pernyataan terkait serangan rudal besar-besaran yang menewaskan sedikitnya 52 orang dan melukai 346 orang, termasuk 22 anak-anak. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada banyak bangunan dan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaNetanyahu Sebut Mojtaba Hidup, Akui AS-Israel Keliru Prediksi Selat Hormuz
OlahragaPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa Mojtaba masih hidup dan bersembunyi di bunker atau tempat rahasia, pada Senin (11/5/2026). Netanyahu mengungkapkan bahwa kondisi Mojtaba saat ini sulit dipastikan, namun ia diduga tengah berupaya memperkuat otoritasnya sebagai pemimpin baru di kawasan tersebut....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Mahfud MD Dapat Jersey Timnas Spesial di Ultah ke-69
- Polisi Malaysia Tangkap 20 WNI Perempuan dalam Penggerebekan
- Kereta China Jadi Senjata Iran Tembus Blokade AS
- Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
- Alvaro Arbeloa Dinilai Toksik untuk Real Madrid
- 41 Jenis Hantavirus, Virus Andes di Kapal Pesiar dan Indonesia
Artikel Terbaru
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
BMW dan Toyota Uji Masa Depan Hidrogen di Jerman-Jepang
Xi Jinping Buka Peluang Bisnis AS, Trump Janjikan Masa Depan Cerah
Ekonomi Israel Minus 3,3 Persen Akibat Perang Lawan Iran
Olla Ramlan Rela Dipaket Bundling Bersama Tristan Molina
Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
Tautan Sahabat
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek