Lokasi: Berita >>
Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Masih Dibuka
Berita8824 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026. Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-BIB-Kemenag-2026.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London. "Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," jelasnya dalam keterangan resmi.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, Siti Maria Ulfa, menambahkan program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dengan pengalaman akademik internasional. Calon pendaftar wajib memenuhi persyaratan, termasuk memiliki sertifikat resmi dari ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org). Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag dibuka mulai 1 April 2026 hingga 31 Mei 2026, dengan informasi lengkap tersedia di website resmi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/qb3wuqlmc.html
Artikel Terkait
Tony Popovic Selamatkan Australia ke Piala Dunia 2026
BeritaFederasi Sepak Bola Australia mengambil keputusan berani dengan menunjuk pelatih kelahiran Sydney di tengah penurunan performa tim. Penurunan tersebut terjadi di awal ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang mengancam peluang kelolosan Australia ke Piala Dunia 2026....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPrabowo Kaget Verrel Bramasta Ternyata Keturunan Bali
BeritaPresiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Verrell Bramasta saat meresmikan 1. 061 unit rumah di Ibu Kota Nusantara (IKN)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPeringatan Cuaca 6 Ibu Kota Jawa, Hujan Ringan di Semarang
BeritaBMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan pada Kamis (14/5/2026) pukul 16. 09 WIB untuk sejumlah wilayah di Indonesia....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jepang Bentuk Kelompok Kerja Khusus Kerjasama Pertahanan dengan RI
- BNI Modernisasi Co-Working Space UGM Dukung Inovasi Mahasiswa
- Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Papua Tengah 15 Mei 2026
- Kapolri Buka Suara Jabatan Kapolda Metro Jaya Bintang Tiga
- Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
- Upacara Harkitnas 2026, Lirik Lagu Bagimu Negeri Berkumandang
Artikel Terbaru
16 Pemain Termasuk Rivan dan Nizar Dipanggil Pelatnas Voli
Pengacara Sesalkan Tuntutan Ringan 3 Oknum TNI Pembunuh
MTI Minta Penutupan Pelintasan Sebidang Bertahap dan Terukur
Lomba Empat Pilar Kalbar Tuai Kritik, DPR Minta Diulang
Kunci Gitar Hatchu Salma Salsabil: Terbangun Siapkan Kopi
Kemlu: Korsel Mitra Strategis Jangka Panjang, dari KF-21 hingga AI
Tautan Sahabat
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan