Lokasi: Gaya Hidup >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Gaya Hidup9 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/pded0xrd1.html
Artikel Terkait
Veda Pratama Finis P4 di Moto3 Prancis 2026
Gaya HidupHujan deras yang mengguyur Sirkuit Mandalika jelang Moto3 Indonesia 2025 memaksa panitia menunda start beberapa menit. Seluruh pembalap langsung mengganti ban untuk menyesuaikan dengan lintasan licin, sehingga balapan dipangkas dari 20 menjadi hanya 13 putaran....
Baca SelengkapnyaPakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Gaya HidupDicky menegaskan bahwa rentetan wabah dalam beberapa tahun terakhir membuktikan dunia mendesak menerapkan pendekatan One Health, yaitu keselarasan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. “Ebola, hantavirus, hingga Covid-19 memberi pesan serupa....
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Gaya HidupPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Cavaliers Hajar Pistons, Lolos ke Final Wilayah Timur
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Artikel Terbaru
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
WhatsApp iOS Rilis Tampilan Liquid Glass Baru
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Tautan Sahabat
- Al Nassr Santai, Al Hilal Tegang Ditinggal Inzaghi
- Wasit Liga Inggris Akui Gol MU Tak Sah Akibat Handball Mbeumo
- Penantian 22 Tahun Arsenal Berakhir, Arteta Samai Wenger
- Pep Guardiola Realistis soal Gelar Liga Inggris
- Mourinho Sepakat Kembali ke Real Madrid, Bereskan Kekacauan
- Messi 12 Gol di MLS 2026, Tempel Ketat Puncak Top Skor
- Layvin Kurzawa Cedera Akhir Musim Usai Kemenangan Persib
- Persaingan Degradasi Liga Spanyol Makin Panas, Sevilla Terancam
- Hasil Timnas U17 Indonesia vs Jepang: Laga Hidup-Mati Garuda Muda
- Ricuh Laga PSM vs Persib: Pemain Aman, Terjebak di Ruang Ganti