Lokasi: Hikmah >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Hikmah1391 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ozd9gcegd.html
Artikel Terkait
MLSC Surabaya Seri 2 Tuntas, Lahirkan Dua Juara Baru
HikmahTurnamen sepak bola putri usia dini di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, melahirkan dua juara baru, yakni SDN Pacarkeling V/186 B di kategori KU 12 dan SDN Manukan Kulon di kategori KU 10. Partai final KU 12 mempertemukan SDN Pacarkeling V/186 B melawan SDN Manukan Kulon dengan pertandingan sengit hingga adu penalti....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
HikmahPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaBerdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
HikmahBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Tentara Israel Tangkap Jurnalis Republika di Kapal Misi Kemanusiaan
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Google Bantah Latih Gemini Pakai Email Gmail
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Artikel Terbaru
Marc Marquez Menangis, Luka Mandalika Harus Dioperasi Lagi
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- IDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk