Lokasi: Kesehatan >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 155 Kurikulum Merdeka
Kesehatan84929 Dilihat
RingkasanSebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-10.jpg)
Sebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit. Dari data tersebut, guru menyimpulkan kondisi kebugaran Andika sedang tidak baik dan menyarankannya untuk beristirahat. Dalam kondisi bugar, Andika dikenal sebagai anak periang yang suka bergaul dan aktif dalam aktivitas fisik seperti pelajaran olahraga.
Soal tersebut merupakan bagian dari latihan mengisi titik-titik dalam paragraf dengan isian kata yang sesuai dari kotak jawaban. Data denyut nadi Andika yang rendah menunjukkan kebugarannya sedang menurun, sehingga ia perlu pemulihan. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan Andika saat sehat mencakup interaksi sosial dan partisipasi dalam pelajaran olahraga.
Latihan ini mengajarkan siswa untuk menghubungkan data medis sederhana dengan kondisi kebugaran seseorang. Hasil pengukuran denyut nadi Andika menjadi indikator utama dalam menentukan saran istirahat dari guru. Pemahaman tentang denyut nadi normal dan faktor yang memengaruhinya penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/noil9u6w2.html
Artikel Terkait
Persib Vs Borneo FC, I.League Kritik Wasit dan Trofi
KesehatanPersaingan ketat di papan atas dan papan bawah I. League membuat kualitas kepemimpinan wasit menjadi sorotan....
Baca SelengkapnyaHantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
KesehatanHantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terdeteksi di Kalimantan Barat dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia pada Maret 2026. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi temuan satu kasus virus Hanta berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi....
Baca SelengkapnyaTidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
KesehatanDokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Indonesia dan Belarus Teken MoU Bisnis Rp7 Triliun
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Larangan Potong Kuku dan Rambut Jelang Kurban
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
Artikel Terbaru
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Tautan Sahabat
- Gregoria Mariska Belum Pensiun Usai Jadi Penyelamat di Olimpiade
- Bukilic Jadi Pemain Tertinggi di Liga Voli Korea
- Wamenpora Taufik Hidayat Dukung Arena Selatan 2026 Cegah Tawuran
- Martin Cs Berpeluang Lanjutkan Estafet Espargaro
- Cavaliers Hajar Pistons, Lolos ke Final Wilayah Timur
- Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Akhir Penantian Indonesia
- Thalita/Dhinda Raih Kemenangan Perdana Thailand Open 2026
- Honda Bangun Ulang Kejayaan, Manajer Aprilia Dibajak
- Alex Marquez Salip Marc Marquez di Klasemen MotoGP 2026
- Alex Marquez Operasi, Absen MotoGP Catalunya 2026?