Lokasi: Pendidikan >>
SMA Al Hikmah IIBS Batu Resmi Adopsi Kurikulum IB
Pendidikan7 Dilihat
RingkasanSekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SMA-Al-Hikmah-International-Islamic-Boarding-School-IIBS-3.jpg)
Sekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global. Jaringan IB dikenal luas memiliki standar akademik ketat, pendekatan belajar berbasis penyelidikan (inquiry-based learning), serta fokus pada kesiapan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
"Menjadi sekolah IB bukan sekadar mengejar pengakuan internasional. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, berwawasan global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujar Ahmad Fais dalam keterangannya. Ia menambahkan, langkah besar ini diharapkan membuka karpet merah bagi para siswa untuk mengakses perguruan tinggi top, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, kurikulum IB dipercaya bakal memperkuat ekosistem belajar yang memicu kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga kepedulian sosial tinggi pada diri siswa. Status IB ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi pemimpin global yang berakar pada nilai keislaman.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/n5pl6qble.html
Artikel Terkait
Amna Al Qubaisi, Pebalap Perempuan Tunggal di Porsche Carrera Cup Asia
PendidikanAmna mengaku mulai mengenal dunia balap karena ingin dekat dengan sang ayah yang juga seorang pebalap. "Saya mulai cukup terlambat, pada usia 14 tahun....
Baca SelengkapnyaWHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
PendidikanDirektur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan surat terbuka kepada warga Tenerife, Spanyol, dengan mengakui kekhawatiran masyarakat yang kembali teringat pandemi COVID-19....
Baca SelengkapnyaEl Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
PendidikanKetua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan bahwa anak merupakan kelompok paling rentan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang memicu suhu panas dan kekeringan berkepanjangan. Menurutnya, perubahan cuaca tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- Leo/Daniel Selamatkan Indonesia, Denmark Juara Thailand Open 2026
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Artikel Terbaru
Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Borneo FC Tertahan 0-0 vs Persijap, Asa Juara Meredup
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Tautan Sahabat
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus