Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan3375 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/m0ca1vvfd.html
Artikel Terkait
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
KesehatanFaktor pemakaian, kondisi jalan, dan beban muatan membuat tapak ban kendaraan cepat aus sehingga ban secara berkala harus dirotasi. Hal ini berlaku untuk mobil front wheel drive (FWD) maupun rear wheel drive (RWD)....
Baca SelengkapnyaPakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
KesehatanDicky menegaskan bahwa rentetan wabah dalam beberapa tahun terakhir membuktikan dunia mendesak menerapkan pendekatan One Health, yaitu keselarasan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. “Ebola, hantavirus, hingga Covid-19 memberi pesan serupa....
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
KesehatanPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jam Session Musisi Top di Jazzscape Padukan Jazz dan Pesta
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Sembilan Tera Curhat Perasaan Lewat Mini Album Sementara Itu
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Artikel Terbaru
Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Tautan Sahabat
- Prabowo Pilu Dengar Kritik, PDIP Tegaskan Niat Baik
- Menlu Sugiono Kecam Perlakuan Israel, Kawal Pemulangan 9 WNI
- Demokrasi Sehat Butuh Partisipasi Bermakna Perempuan
- Sunnah Kurban: Panduan Lengkap Penyembelihan hingga Pembagian
- KPK Periksa Dua Saksi Kunci Pengepul Dana Budi Karya
- Keutamaan Sedekah di Bulan Dzulhijjah dalam Islam
- PB HMI Desak Penegakan Hukum Mafia Tanah
- ReJO Respons Prabowo: Desa Tak Terdampak Gejolak Dolar
- Kapolri Bekali Seragam Taktis Anti Bom Molotov untuk Polri
- Jokowi Keliling Indonesia: Blusukan Biasa atau Politik?